Liputan6.com, Mojokerto: Saat ibu rumah tangga dipusingkan akan kebutuhan minyak tanah yang semakin langka, Tatik, warga Kampung Balongsari, Mojokerto, Jawa Timur, terlihat tenang-tenang saja. Untuk kebutuhan memasak perempuan separuh baya ini memanfaatkan biogas yang bersumber dari jamban. Kepada SCTV yang menemuinya belum lama ini, Tatik mengaku tidak merasa terganggu meski biogas ini berasal dari jamban.
Penggunaan biogas yang dikelola kelompok swadaya masyarakat Balongsari ini bermula dari bantuan pemerintah Australia untuk membuat jamban. Dengan teknik yang sangat sederhana biogas ditampung dalam tabung dalam tanah kemudian dialirkan ke rumah warga melalui pipa-pipa.
Advertisement
Untuk pemakaian selama satu bulan dikenakan iuran sebesar Rp 20 ribu. Biaya ini sangat murah dibandingkan harga minyak tanah yang mencapai Rp 3.500 per liter. Tapi, penggunaan biogas ini masih terbatas melayani kebutuhan empat keluarga. Namun, setidaknya pemakaian biogas yang bersumber dari jamban ini dapat membantu mengatasi kelangkaan minyak tanah.(IAN/Bambang Ronggo)