Adam Air Bantah Selewengkan Dana

Mulai 21 Maret esok, Adam Air menghentikan sementara kegiatan operasional penerbangan. Terkait hal itu, manajemen Adam Air belum memutuskan untuk melakukan pengurangan jumlah karyawan.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 Maret 2008, 23:26 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Manajemen Adam Air mengumumkan menghentikan sementara kegiatan operasional penerbangan karena gagal bayar asuransi pesawat yang jatuh tempo pada 20 Maret 2008. "Tanggal 20 Maret kita masih terbang, tanggal 21 Maret pukul 00.00 WIB mulai berhenti beroperasi," kata Direktur Utama Adam Air, Adam Suherman, di Jakarta, Senin (17/3). Terkait hal itu, Adam mengatakan, pihaknya belum memutuskan untuk melakukan pengurangan jumlah karyawan.

Pada kesempatan itu, Adam membantah tuduhan penyimpangan dana sekitar Rp 2,1 triliun pada laporan keuangan. Adam Air cukup transparan mengelola keuangan perusahaan dengan menempatkan perwakilan PT Bhakti Investama untuk duduk dalam jajaran manajemen sebagai Wakil Direktur Utama dan Direktur Keuangan. Demikian diungkapkan

Tudingan penyelewenagn dana itu diungkapkan kuasa hukum PT Global Trasport Services (GTS) dan PT Bright Star Perkasa (BSP) Hotman Paris Hutapea. Sebelumnya, Hotman juga mengatakan, ada potensi kerugian yang diderita oleh negara terkait suntikan dana yang diperoleh Adam Air dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) senilai Rp 50 miliar. Hingga kini, Adam Air tak bisa membayar cicilan utangnya ke BRI.

Menurut Adam, sudah lama kondisi keuangan perusahaannya dalam keadaan sulit, bahkan sebelum PT Bhakti menyatakan untuk menarik investasinya. "Kami sudah laporkan pada mereka," ujar Adam. Perusahaan memang membutuhkan suntikan dana dan pihak keluarga Suherman telah berkomitmen untuk menyuntikan dana senilai 50 persen dari kebutuhan perusahaan dalam bentuk pinjaman.

Hingga kini, lanjut Adam, pihaknya juga belum menerima dokumen legal yang menyatakan pengunduran diri GTS dan BSP dari daftar pemilik saham maskapai Adam Air. Dirinya hanya mengetahui pernyataan dua perusahaan itu akan menarik investasi melalui media massa.

Kemelut Adam Air berdampak ke beberapa Bandar Udara di Tanah Air karena terjadi pengurangan penerbangan hingga lebih dari 50 persen. Rute yang dilayaninya berkurang jadi hanya enam kota yakni Jakarta, Medan, Padang, Bengkulu, Denpasar, dan Surabaya. Itupun dengan pembatasan seat atau tempat duduk.

Adam Air di Semarang juga ditutup. Dari hasil pemantauan di Bandara Ahmad Yani Semarang, sebagian karyawan masih masuk kerja tapi tak melayani penjualan tiket. Adam Air terakhir kali lepas landas pada Ahad kemarin dengan rute Semarang-Medan. Keputusan Adam Air tidak melayani penerbangan ini berdamak kenaikan 10 persen untuk maskapai penerbangan lain.

Penerbangan Adam Air di Bandara Internasional Ngurah Rai Bali juga mulai mengurangi jadwal penerbangan. Tujuan Denpasar-Jakarta dikurangi dari lima menjadi dua kali penerbangan. Sejumlah penumpang yang sudah terlanjur beli tiket kecewa karena harus mengeluarkan biaya ekstra.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya