Perayaan Cap Go Meh di Singkawang Berlangsung Meriah

Perayaan Cap Go Meh di Singkawang, Kalbar, dimeriahkan atraksi tatung. Saat beratraksi, tatung berada dalam kondisi tidak sadar akibat kerasukan arwah guru mereka.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Februari 2008, 07:11 WIB

Liputan6.com, Singkawang:
Perayaan Cap Go Meh di Kota Singkawang, Kalimantan Barat, Kamis (21/2), berlangsung meriah. Seperti dilaporkan reporter Liputan 6 SCTV Juanita Wiratmaja, warga sejak pagi sudah memadati lokasi perayaan di Vihara Tri Dharma, salah satu vihara tertua di kota Singkawang, untuk menyaksikan atraksi tatung. Sekitar 800 hingga 900 tatung akan berparade keliling kota sambil unjuk kebolehan.

Meski diramaikan ribuan warga, aroma mistik tetap terasa dalam pertunjukkan tatung. Betapa tidak, saat beratraksi, tatung berada dalam kondisi tidak sadar akibat kerasukan arwah guru mereka. Ini membuat para tatung tidak merasakan sakit saat beratraksi dengan ditusuk jarum atau pedang.

Tatung telah menjadi pilihan warga Singkawang selama bertahun-tahun dalam merayakan Cap Go Meh. Dalam atraksi ini, para tatung yang merupakan perwakilan dari sejumlah klenteng akan diarak keliling kota. Namun sebelum melaksanakan ritual seperti ini, ada berbagai persyaratan yang harus dipenuhi. Di antaranya berpuasa dan menjaga perilaku serta kebersihan diri.

Kemeriahan suasana perayaan yang jatuh setiap 15 hari setelah Imlek ini juga sudah terasa sejak Rabu malam, yakni saat digelar pentas kebudayaan. Penampilan itu menjadi perpaduan dari empat kebudayaan yaitu Cina, Melayu, Jawa, dan Dayak. Sekelompok seniman membawakan pertunjukkan delapan dewa yang menggabungkan alat musik tradisional Cina dengan permainan drama.

Sementara itu, masyarakat Melayu menghibur penonton dengan tarian Tempurung Kelapa yang dinamis. Sedangkan kebudayaan Suku Dayak ditampilkan dalam tarian Sapek Putri Bulan. Tarian ini bercerita tentang seorang putri dari kahyangan yang turun ke bumi karena terpikat dengan permainan alat musik sapek oleh seorang pemuda [baca: Warga Singkawang Sambut Arak-arakan Patung].(YNI)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya