"Saya Berjanji Membuka Telinga dan Mata"

Presiden Finlandia Tarja Halonen berbincang dengan SCTV soal perdamaian di Nanggroe Aceh Darussalam dan peran perempuan dalam politik.

oleh Liputan6Diterbitkan 20 Februari 2008, 14:04 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Presiden Finlandia Tarja Halonen berkunjung ke Indonesia pada 18-19 Febuari 2008 untuk  melakukan pertemuan dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. Ada berbagai isu yang dibahas, terutama kerja sama konkret di bidang kehutanan.

Selain itu, Halonen juga berkunjung ke Nanggroe Aceh Darussalam. Serambi Mekkah menyimpan sejarah tersendiri untuk Finlandia. Kita ingat, Martti Ahtisaari, mantan Presiden Finlandia, menjadi mediator perundingan damai Indonesia dan Gerakan Aceh Merdeka di Helsinki dua tahun silam.

Bagi Halonen, perdamaian di Aceh itu seperti bayi yang membutuhkan perhatian keluarga untuk membesarkannya. "Perdamaian itu selalu rentan. Jadi kami berharap dapat mengarahkan perhatian dunia internasional atas masalah ini," ujar Halonen dalam wawancara dengan reporter SCTV Sondang Sirait.

Sebagai perempuan, Halonen ingin bertemu langsung dengan perempuan Aceh untuk mengetahui keberhasilan mereka. "Saya berjanji membuka telinga dan mata untuk dapat memberikan bantuan atau kerja sama yang tepat," janjinya.

Dalam wawancara itu, juga disinggung soal peran politik perempuan di Finlandia. Menurut Halonen, perempuan dan pria di Finlandia mendapat kuota 40 persen dalam nominasi posisi-posisi penting badan negara. "Ini perlindungan baik bagi perempuan maupun laki-laki, karena dalam masyarakat kami banyak laki-laki yang terpinggirkan dalam hal kesehatan dan pendidikan," kata Halonen.

Sistem kuota, tambah Halonen, dinilai baik bagi masyarakat Finlandia. Ini terbukti di berbagai sektor termasuk dalam hak berpolitik. Meski awalnya sempat khawatir sistem tersebut menjadi bumerang yang memunculkan fenomena kaum laki-laki menjadi minoritas. "Secara umum, sistem kuota baik bagi kami. Saya sarankan Indonesia mencobanya," tambah Halonen.

Seorang pemimpin perempuan, lanjut Halonen, mesti memiliki kemampuan sama dengan laki-laki. "Keinginan yang kuat, rasa humor yang baik, teman-teman yang baik, dan rasa percaya," ujar Halonen.

Tayangan video di atas adalah wawancara lengkap Sondang Sirait dengan Halonen yang berlangsung di Jakarta, Senin, 18 Februari 2008. (YUS/TOZ)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya