Presiden Membahas Ketahanan Pangan

Presiden Yudhoyono bersama menteri terkait menggelar rapat kabinet membahas produksi pangan nasional. Rapat ini juga diharapkan bisa menjawab kegelisahan perajin tahu dan tempe terkait melejitnya harga kedelai.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Januari 2008, 13:19 WIB

Liputan6.com, Jakarta: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menggelar rapat kabinet membahas produksi pangan nasional, Selasa (15/1). Rapat yang diadakan di Departemen Pertanian ini di antaranya membahas soal ketahangan pangan terutama mempertahankan produksi nasional menyusul fenomena perubahan iklim yang mengakibatkan banjir dan longsor di berbagai daerah di Tanah Air. Terutama di Jawa Timur dan Jawa Tengah yang merupakan sentra produk beras nasional.

Reporter SCTV Carlos Pardede melaporkan, rapat tidak hanya membahas masalah komoditas beras, tapi juga gula, jagung, dan kedelai. Hasil rapat ini tentu saja sangat diharapkan para perajin tahu dan tempe serta produsen makanan lainnya yang menggunakan bahan baku kedelai. Kemarin, para pengusaha ini berunjuk rasa ke Istana Presiden terkait melejitnya harga kedelai [baca: Pengusaha Tempe Berunjuk Rasa ke Istana Presiden].

Peran pemerintah untuk membantu pengusaha tahu dan tempe memang sangat diharapkan. Pasalnya, akibat harga kedelai naik hingga 100 persen, para produsen tahu dan tempe memutuskan untuk tidak memproduksi. Ini membuat konsumen kesulitan mencari tahu dan tempe di pasaran.

Elly, misalnya. Ibu rumah tangga ini berkeliling dari satu lapak ke lapak lain di Pasar Bendungan Hilir mencari tempe dan tahu. Namun, makanan yang biasa ia beli sebagi lauk sehari sehari susah didapat. Tak satupun pedagang yang menjual tempe juga tahu.

Lain lagi yang dirasakan Arhadi. Pria yang sudah 38 tahun berjualan tempe kini terpaksa beralih berdagang sayuran. Dia tidak pernah merasakan harga kedelai naik begitu besar seperti saat ini. Karena itu Arhadi berharap pemerintah segera turun tangan agar ia kembali bisa jualan tempe.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya