Umat Islam Bandung Tolak Ahmadiyah

Sekitar seribu umat Islam di Bandung, Jabar, berunjuk rasa menolak ajaran Ahmadiyah. Mereka menuntut pemerintah segera membubarkan aliran tersebut karena dinilai sesat dan menyesatkan umat Islam.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Januari 2008, 13:01 WIB

Liputan6.com, Bandung: Sekitar seribu umat Islam berunjuk rasa ke Gedung DPRD atau yang dikenal dengan Gedung Sate di Bandung, Jawa Barat, Selasa (15/1) pagi. Mereka menuntut pemerintah segera membubarkan aliran Ahmadiyah karena dinilai sesat dan telah memecah belah umat Islam.

Para pengunjuk rasa adalah anggota sejumlah organisasi masyarakat dan partai Islam di Bandung dan Cianjur yang tergabung dalam Aliansi Umat Islam. Selain turun ke jalan, massa akan menempuh upaya hukum bila pemerintah tetap membiarkan aliran Ahmadiyah tumbuh subur di Indonesia.

Sementara di Jakarta, Ahmadiyah menggelar jumpa pers bersama Departemen Agama. Ketua Pengurus Besar Jemaat Ahmadiyah Indonesia menegaskan mereka adalah bagian dari Islam. Mereka menyampaikan 12 butir pokok keyakinan dan kemasyarakatan Jemaat Ahmadiyah.

Di antaranya, pertama menyakini Nabi Muhammad sebagai nabi terakhir. Kedua, Mirza Ghulam Ahmad adalah pendiri dan pemimpin Jemaat Ahmadiyah yang bertugas memperkuat dakwah dan syiar Islam yang dibawa Nabi Muhammad. Ketiga, tidak ada wahyu syariat setelah Alquran yang diturunkan kepada Nabi Muhammad. Dan, buku Tadzkirah bukanlah Kitab Suci Ahmadiyah melainkan hanya catatan pengalaman rohani Mirza Ghulam Ahmad.

Majelis Ulama Indonesia sudah menyatakan Ahmadiyah sebagai aliran sesat. Namun Kejaksaan Agung belum memberi putusan hukum resmi yang menyebut Ahmadiyah sebagai aliran sesat. Melihat reaksi masyarakat luas saat ini, pemerintah sebaiknya segera menetapkan status hukum yang jelas bagi Ahmadiyah agar tidak terjadi salah penafsiran yang berakibat aksi anarkis [baca: MUI Minta Ahmadiyah Bentuk Agama Baru].(YNI/Patria dan Taufik Hidayat)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya