Amien Rais Enggan Bertemu Presiden Wahid

Ketua MPR Amien Rais mengaku didatangi seorang utusan Presiden Abdurrahman Wahid. Di mata Amien, pertemuan dengan Gus Dur dapat menimbulkan fitnah.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Juni 2001, 00:03 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Lobi Presiden Abdurrahman Wahid kepada Ketua MPR Amien Rais tampaknya menemui jalan buntu. Pasalnya, Amien tidak mau bertemu dengan Wahid karena dapat mengarah kepada politik dagang sapi. "Saya tak akan memenuhi ajakan bertemu itu," kata Amien, saat menghadiri peringatan Maulid Nabi Muhammad di Masjid Al-Habsy, Kwitang, Jakarta Pusat, Kamis kemarin.

Di depan ratusan jemaah masjid, Amien mengaku telah menerima kedatangan seorang utusan Presiden Wahid, beberapa waktu silam. Utusan itu meminta kesediaan Amien untuk bertemu dengan Gus Dur. Tapi, karena takut menimbulkan fitnah, Amien menolak permintaan tersebut. Menurut Amien, jika Presiden ingin bertemu, sebaiknya tak hanya dengan dirinya. Tetapi, juga dengan tokoh politik yang lain dan dilakukan secara transparan.

Selain Amien, peringatan Maulid Nabi Muhammad juga dihadiri sejumlah elite politik seperti Taufik Kiemas, Akbar Tandjung, Jenderal Purnawirawan Wiranto, dan Fuad Bawazier [baca: Perayaan Maulid di Kwitang Ramai Elite Politik]. Bahkan, kehadiran Taufik sempat dielu-elukan jemaah yang ada.

Saat memberi sambutan, Amien dan Akbar mengharapkan dukungan umat Islam agar Sidang Istimewa MPR, 1 Agustus 2001, dapat berjalan lancar. Sebab, kata Amien, SI MPR adalah forum untuk menyelesaikan krisis politik yang kini terjadi di Indonesia.

Sementara itu, Habib Syekh Al-Jufri juga mengajak umat Islam untuk menghindari aksi kekerasan dalam menyikapi perkembangan sosial politik. Ia menyarankan agar umat Islam tak melakukan perusakan yang dapat memperparah situasi negara.(ULF/Kawiyan dan Satya Pandia)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya