Warga Berniat Mengusir Ibu Tiri Idah

Kondisi bocah yang dianiaya oleh ibu tirinya di Kabupaten Sanggau makin membaik. Namun warga di sekitar rumah Bocah tersebut geram atas perlakuan sang ibu tiri. Mereka berniat mengusirnya dari kampung.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Agustus 2007, 13:02 WIB

Liputan6.com, Pontianak: Kondisi bocah korban penganiayaan yang dirawat di Rumah Sakit Dokter Sudarso, Pontianak, Kalimantan Barat, Selasa (21/8), membaik. Berat badan Zulkidah alias Idah bertambah dari delapan menjadi 10 kilogram. Namun ia harus dioperasi. Pasalnya, tulang paha kanan Idah patah akibat dipukul ibu tirinya. Idah pun menderita paru-paru basah lantaran sering dikeram di kamar mandi selama dua tahun.

Perlakuan Titin Indah Lestari alias Satin terhadap Idah membuat warga geram. Perbuatan ini terungkap, 13 Agustus silam. Saat itu warga mendengar isak tangis dari rumah Satin di Desa Kawat, Kecamatan Tayan Hilir, Kabupaten Sanggau. Ternyata itu suara Idah. Bocah tersebut tengah disekap di kamar mandi tanpa diberi makan.

Warga mengaku mengetahui kelakuan kejam Satin sejak dulu. Namun mereka takut melapor. Maklum, Satin selalu mengamuk bila warga mempertanyakan perbuatannya. Kini, warga berharap perempuan tersebut dihukum seberat-beratnya. Bahkan, mereka berencana mengusir Satin dari kampung usai menjalani hukuman. Kemarahan warga juga diungkapkan lewat poster berisi kecaman yang ditempelkan di rumah Satin.

Idah diangkat anak oleh Satin sejak bayi. Namun beberapa waktu kemudian, Satin berlaku jahat pada bocah malang itu. Satin menganiaya Idah dengan keji. Antara lain memukul dengan besi atau kayu, sundutan api rokok, siraman air panas dan kurungan hingga berhari-hari [baca: Tak Sadar, Titin Menyiksa Zulkidah].(REN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya