Liputan6.com, Guangdong: Provinsi Guangdong, Cina sebelah selatan dilanda banjir dan tanah longsor sejak akhir pekan kemarin. Akibatnya, tak kurang dari 25 orang tewas. Selain itu, badai juga merusak sekitar 470 ribu hektare lahan pertanian. Kerugian materi diperkirakan mencapai ratusan yuan.
Satu di antara daerah yang rusak parah adalah Kota Yangjiang. Di kota itu, sekitar 9.000 rumah rusak parah. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 rumah hancur sama sekali. Selain itu, ruas jalan, jaringan telekomunikasi, dan saluran air bersih di kota tersebut juga rusak.
Hingga kini, Pemerintah Daerah Guangdong tengah berusaha keras untuk mengevakuasi para korban. Selain itu, pemda setempat juga tengah membangun barak-barak penampungan untuk para korban yang diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah.(ICH/Nlg)
Satu di antara daerah yang rusak parah adalah Kota Yangjiang. Di kota itu, sekitar 9.000 rumah rusak parah. Dari jumlah tersebut, sekitar 3.000 rumah hancur sama sekali. Selain itu, ruas jalan, jaringan telekomunikasi, dan saluran air bersih di kota tersebut juga rusak.
Hingga kini, Pemerintah Daerah Guangdong tengah berusaha keras untuk mengevakuasi para korban. Selain itu, pemda setempat juga tengah membangun barak-barak penampungan untuk para korban yang diperkirakan jumlahnya akan terus bertambah.(ICH/Nlg)