Korban Lumpur Lapindo Memblokade Wisma Bakrie

Puluhan korban lumpur Lapindo berdemonstrasi di depan Wisma Bakrie di bilangan Kuningan, Jaksel. Di Sidoarjo, Jatim, warga Perumtas I mendatangi Kantor Lapindo menuntut pembayaran uang kontrak dan jaminan hidup.

oleh Liputan6Diterbitkan 05 Juli 2007, 15:05 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sekitar 50 korban lumpur Lapindo yang masih bertahan di Jakarta, Kamis (5/7) siang, berunjuk rasa di depan Wisma Bakrie di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan. Mereka berharap dapat menemui Nirwan Bakrie selaku pemilik PT Lapindo Brantas untuk membicarakan pembayaran ganti rugi seratus persen tanpa dicicil [baca: Puluhan Korban Lumpur Lapindo Masih Bertahan].

Dalam demonstrasi itu sempat terjadi adu mulut karena pengunjuk rasa dilarang polisi dan satuan pengamanan memasuki area gedung. Mereka diminta tidak berunjuk rasa lantaran seluruh proses ganti rugi sudah diurus Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo.

Akibat aksi tidak digubris, warga akhirnya memblokade pintu masuk dan keluar Wisma Bakrie dengan aksi duduk. Mereka bersikukuh tidak akan kembali ke Sidoarjo hingga tuntutannya dikabulkan.

Demonstrasi juga digelar korban lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Sekitar seratus warga Perumahan Tangulangin Anggun Sejahtera I berunjuk rasa mendatangi Kantor Lapindo di kawasan Gedangan, Sidoarjo. Mereka menuntut pembayaran uang kontrak dan jaminan hidup sebesar Rp 300 ribu per bulan yang belum diterima sejak Januari silam.

Lantaran tak ada perwakilan Lapindo yang dapat ditemui, demonstran akhirnya menutup Jalan Raya Gedangan. Pengguna jalan terpaksa memutar agar tidak terjebak kemacetan. Warga membubarkan diri setelah dijanjikan untuk bertemu dengan petugas BPLS, petang nanti.(RMA/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya