Filosofi Pedang dalam Kenjutsu

Ilmu bela diri Kenjutsu merupakan teknik bertarung dengan menggunakan pedang. Kenjutsu ini diminati salah satu komunitas di Jakarta.

oleh Liputan6Diterbitkan 30 Juni 2007, 06:33 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Kenjutsu merupakan tehnik bertarung dengan menggunakan pedang atau katana. Dalam bahasa Jepang, ken berarti pedang, sedangkan jutsu artinya ilmu. Ilmu bela diri ini sangat diminati oleh sebuah komunitas di Jakarta. Sensei Iwan, anggota dari komunitas itu, menuturkan ada tiga kurikulum yang dipelajari dalam kenjutsu, yakni kenjutsu, tojutsu dan battojutsu.

Dalam komunitas ini, para anggota mempelajari teknik menebas dan mencabut pedang. Untuk pemula, pedang yang digunakan ialah boken. Adapun penggunaan replika katana terbuat dari kayu ini, untuk alasan keamanan. Usai mahir dengan boken, peserta bisa memakai pedang tumpul bernama Iaito. Dengan pedang ini, peserta bisa menggunakannya tanpa takut terluka. Setelah menguasai Iaito, peserta diperbolehkan memegang shinken yang berarti pedang hidup. Konon, senjata tajam yang kerap disebut katana nihonto atau pedang Jepang ini dibuat hany untuk membunuh manusia.

Menurut Budi, salah satu peminat kenjutsu, ilmu bela diri ini bukan hanya sebatas berlatih pedang, melainkan filosofi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari atau yang disebut way of sword (jalan pedang). Adapun filosofi ini diciptakan seorang samurai bernama Miyamoto Musashi.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya