Dalam komunitas ini, para anggota mempelajari teknik menebas dan mencabut pedang. Untuk pemula, pedang yang digunakan ialah boken. Adapun penggunaan replika katana terbuat dari kayu ini, untuk alasan keamanan. Usai mahir dengan boken, peserta bisa memakai pedang tumpul bernama Iaito. Dengan pedang ini, peserta bisa menggunakannya tanpa takut terluka. Setelah menguasai Iaito, peserta diperbolehkan memegang shinken yang berarti pedang hidup. Konon, senjata tajam yang kerap disebut katana nihonto atau pedang Jepang ini dibuat hany untuk membunuh manusia.
Menurut Budi, salah satu peminat kenjutsu, ilmu bela diri ini bukan hanya sebatas berlatih pedang, melainkan filosofi yang diterapkan dalam kehidupan sehari-hari atau yang disebut way of sword (jalan pedang). Adapun filosofi ini diciptakan seorang samurai bernama Miyamoto Musashi.(REN/Tim Liputan 6 SCTV)
Advertisement