Liputan6.com, Bogor: Sebanyak 20 orang yang mengaku perwakilan lima desa yang terendam lumpur di Sidoarjo, Jawa Timur, diterima Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di kediaman pribadinya di Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Ahad (24/6) petang. Dalam pertemuan tersebut, warga yang dipimpin budayawan Emha Ainun Nadjib mengungkapkan kondisi yang diderita para korban lumpur.
Perwakilan warga ini juga membawa ratusan lembar surat pernyataan tuntutan warga yang sebagian besar mengeluhkan lambannya proses ganti rugi tanah. Dari sekitar 10 ribu korban lumpur, baru 300 orang yang sudah mendapatkan ganti rugi. Kepada mereka Presiden Yudhoyono berjanji akan segera mencari solusi agar penderitaan warga Sidoarjo tidak berlarut-larut.
Sementara di Sidoarjo, sekitar 200 warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I (Perumtas Satu), kembali berangkat ke Jakarta, kemarin petang. Rencananya, mereka akan berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, dan ingin bertemu Presiden Yudhoyono serta anggota DPR [baca: Warga Perumtas Berangkat ke Jakarta].(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)
Perwakilan warga ini juga membawa ratusan lembar surat pernyataan tuntutan warga yang sebagian besar mengeluhkan lambannya proses ganti rugi tanah. Dari sekitar 10 ribu korban lumpur, baru 300 orang yang sudah mendapatkan ganti rugi. Kepada mereka Presiden Yudhoyono berjanji akan segera mencari solusi agar penderitaan warga Sidoarjo tidak berlarut-larut.
Sementara di Sidoarjo, sekitar 200 warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera I (Perumtas Satu), kembali berangkat ke Jakarta, kemarin petang. Rencananya, mereka akan berkumpul di Tugu Proklamasi, Jakarta Pusat, dan ingin bertemu Presiden Yudhoyono serta anggota DPR [baca: Warga Perumtas Berangkat ke Jakarta].(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)