Ritual diawali pembacaan doa yang dilakukan tetua adat. Doa dipanjatkan agar Sang Pencipta menunjukkan waktu yang tepat bagi masyarakat untuk menanam pada. Waktu yang tepat biasanya ditunjukan dalam bentuk koordinat tertentu dari matahari yang dibaca tetua adat.
Tradisi dilanjutkan dengan sejumlah tarian yang berhubungan dengan kehidupan agraris warga. Ada pangpagaq, tarian yang menggambarkan upaya menangkap binatang yang masuk ke areal pertanian. Para penari melompat-lompat di antara kayu yang digerakkan teratur sebagai perangkap.
Advertisement
Selanjutnya digelar tari udoq aban atau tarian topeng untuk mengusir roh jahat dan hama padi menjelang musim panen tiba. Rangkaian tarian ditutup dengan tari anyam tali yang menggambarkan persatuan warga.(JUM/Imron Rosyadi)