Saat rumah Aris digerebek, ada sejumlah petugas yang berpakaian preman dan senjata lengkap. Penangkapan Aris jelas mengagetkan warga. Selain membuka usaha jasa pengetikan komputer, selama ini ia dikenal hanya sebagai petani biasa. Sedangkan istrinya membuka usaha terapi ion modern untuk membersihkan tubuh. Dan sejauh ini belum ada keterangan resmi dari polisi terkait penangkapan Aris. Namun, sumber SCTV menyebutkan, Aris adalah keponakan Abdul Ghoni alias Suranto, tersangka kasus Bom Bali I.
Sementara di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, penduduk Desa Donoharjo, Ngaglik, menyaksikan penangkapan terhadap tiga orang yang diduga teroris. Penangkapan yang diwarnai suara letusan senjata api itu terjadi di tepi jalan raya di depan Pusate Kesehatan Masyarakat Ngaglik. Ketika disergap polisi, ketiga orang itu mengendarai dua sepeda motor. Sumber SCTV mengungkapkan mereka adalah Sigit, Suharyanto dan Adi Kusuma. Ketiganya diduga terlibat jaringan teroris.
Advertisement
Adapun sejumlah tetangga tempat Yusron ditangkap menyatakan ada kesamaan wajah Yusron dengan Abu Dujana, buronan teroris yang masih dicari polisi. Keterangan tersebut diungkapkan warga tak lama setelah Yusron diringkus tim Antiteror Markas Besar Polri. Ini setelah SCTV memperllihatkan selebaran foto Abu Dujana. Dengan demikian, informasi baru itu membuka kemungkinan Yusron yang baru ditangkap adalah Abu Dujana [baca: Polisi Memburu Abu Dujana].
Para tetangga tempat Yusron dibekuk memang mengenali kemiripan foto di selebaran itu dengan Yusron. Dari kartu pengenal yang ditemukan di kediaman Yusron, terlihat Yusron memang berwajah lonjong dengan mata yang hampir mirip. "Hampir delapan puluh persen mirip," ucap seorang tetangga.
Adanya kemiripan wajah itu membuka kembali dugaan bahwa yang ditangkap polisi adalah Abu Dujana, tokoh penting teroris. Salah satunya adalah peledakan bom Hotel JW Marriott, Kuningan, Jakarta Selatan, empat tahun silam. Namun, sejauh ini, polisi menyatakan masih memburu Abu Dujana.
Yang terang, kini pihak kepolisian menetapkan tersangka teroris Abu Dujana sebagai target operasi utama. Menurut Juru Bicara Mabes Polri Inspektur Jenderal Polisi Sisno Adiwinoto, penyelidikan terakhir menunjukkan Abu Dujana diduga memiliki struktur organisasi yang lebih tinggi dibandingkan Noordin M. Top. Walau demikian, hingga saat ini, polisi masih meyakini tersangka teroris Yusron yang ditangkap di Banyumas, bukanlah Abu Dujana sebagaimana kesaksian warga.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)