Utusan Khusus PBB Mendatangi MK

Sekjen PBB mengirim utusan khusus ke Indonesia terkait terbunuhnya Munir. Utusan khusus PBB, Hina Jilani berharap konstitusi dan hukum di Indonesia dapat memberikan jaminan perlindungan bagi para pembela HAM.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Juni 2007, 17:57 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa mengirimkan utusan khusus, Hina Jilani ke Indonesia terkait misteri terbunuhnya aktivis hak asasi manusia, Munir. Hina Jilani mendatangi beberapa institusi pemerintahan, Rabu (6/5) siang, salah satunya adalah Mahkamah Konstitusi.

Selain ke institusi pemerintahan, Hina Jilani akan mengunjungi Nanggroe Aceh Darussalam dan Papua. Dia berharap konstitusi dan hukum di Indonesia dapat memberikan jaminan perlindungan bagi para pembela hak asasi manusia. "Tujuan kami di sini adalah untuk memperbaiki keadaan," ungkap Hina Jilani.

Polisi telah menemukan bukti baru atau novum yang digunakan sebagai syarat meminta peninjauan kembali atas kasus Munir ke Mahkamah Agung. Bukti baru itu antara lain berupa arsenik jenis baru serta keterangan saksi kunci Ongen yang dikenal sebagai seniman [baca: Polisi Siap Mengajukan PK].(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya