Pembangunan Jalan Ladia Galaska Menimbulkan Dilema

Pembangunan Jalan Ladia Galaska sempat diprotes karena dianggap merusak lingkungan. Namun di sisi lain, warga di pedalaman Aceh sangat mendambakan keberadaan jalan yang memadai.

oleh Liputan6Diterbitkan 03 Juni 2007, 08:15 WIB
Liputan6.com, Gayo Lues: Pembangunan Jalan Ladia Galaska sepanjang 496,5 kilometer dibangun dengan biaya sebesar Rp 100 miliar. Jalur ini menghubungkan beberapa wilayah di Nanggroe Aceh Darussalam. Seperti di kawasan Meulaboh, Gayo Lues, Takengon, Blang Kejeren dan Selat Malaka, Aceh Timur. Demikian Pantauan SCTV, belum lama ini.

Sejak proyek pembangunan Jalan Ladia Galaska pada tahun 2002, protes bermunculan dari kalangan lembaga swadaya masyarakat dan para pencinta lingkungan. Ini dianggap merusak lingkungan di kawasan hutan maupun Gunung Leuser [baca: Leuser, Riwayatmu Kini]. Penolakan antara lain dilontarkan pihak Taman Nasional Gunung Leuser dan Yayasan Leuser Internasional.

Namun di pihak lain, keberadaan jalan tersebut menjadi impian warga yang tinggal di pedalaman Aceh. Meskipun longsor dan banjir bandang berpotensi terjadi di sini. Dambaan warga ini terkait sulitnya warga menempuh perjalanan, akibat tidak tersedianya jalan yang memadai. Misalnya, warga harus melewati jembatan gantung untuk bisa melalui sungai.

Pembangunan Jalan Ladia Galaska memang menimbulkan dilema. Di satu sisi, ribuan warga memang membutuhkan sarana jalan. Namun di sisi berbeda, kerusakan lingkungan yang parah bisa terjadi.(REN/Fery Effendi)

POPULER

Berita Terbaru

    Berita Terkini Selengkapnya