Demonstrasi Menuntut Bupati Paser Dibubarkan Preman

Sejumlah preman mengintimidasi warga Tanah Grogot, Paser, Kaltim, yang hendak berunuk rasa menuntut mundur Bupati Paser Ridwan Suwidi. Polisi akhirnya melarang para penentang bupati berdemo.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Mei 2007, 01:26 WIB
Liputan6.com, Paser: Unjuk rasa warga Tanah Grogot, Paser, Kalimantan Timur, menuntut mundur Bupati Paser Ridwan Suwidi batal. Sejumlah preman pendukung bupati mengintimidasi. Warga akhirnya membubarkan diri untuk menghindari keributan.

Warga yang menuding Ridwan Suwidi korupsi atas sejumlah proyek pembangunan jembatan lengkung hingga menelan dana Rp 4 miliar berhadapan dengan preman. Polisi yang berjaga tak berbuat banyak. Polisi akhirnya melarang para penentang bupati berdemo meski sebelumnya sudah diizinkan.

Puluhan mahasiswa berunjuk rasa di Kantor Kejaksaan Tinggi Maluku Utara. Merke menuntut Kejati memeriksa Bupati Halmahera Selatan Muhamad Kasubah yang diduga terlibat kasus korupsi pembelian kapal cepat senilai Rp 20 miliar. Para pengunjuk rasa membakar keranda sebagai wujud kematian penegakan hukum di Maluku Utara.

Hari pertama Kepala Kejati Jambi Sutiyono diwarnai unjuk rasa sejumlah elemen mahasiswa. Para demonstran meminta Sutiyono tak tebang pilih dalam mengungkap kasus korupsi. Setelah sempat ditahan di luar pagar, para pengunjuk rasa akhirnya dipersilahkan berorasi di teras Kejati Jambi.(TOZ/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya