Para peserta kelas internasional di SMA Negeri 8, Bukit Duri, Jakarta Selatan, misalnya. Sebagai salah satu sekolah unggulan, SMA 8 memiliki program kelas internasional bagi siswanya. Kendati masuk dalam kelas internasional dan sudah menyelesaikan ujian internasional pada bulan November tahun silam, buat mendapatkan sertifikat kelulusan nasional para siswa harus mengikuti ujian nasional. Adapun Dari 24 peserta kelas internasional, 19 orang di antaranya mengikuti ujian nasional dengan materi sesuai dengan kurikulum Departemen Pendidikan Nasional.
Sementara di Brebes, Jawa Tengah, isu beredarnya fotokopi lembar jawaban mewarnai pelaksanaan ujian nasional. Informasi yang beredar di kalangan siswa sejumlah sekolah di Brebes itu pun ditanggapi dengan pemantauan di lapangan. Ini termasuk pemeriksaan ke gudang penyimpanan soal guna mencegah kebocoran. "Dan kami sudah antisipasi, biar anak-anak itu tidak usah mempercayai hal yang tidak rasional," ucap Shihab Zuhri, Kepala Sekolah SMA Negeri 5 Brebes.
Advertisement
Namun, tak semua pelajar bisa mengikuti ujian nasional di sekolah. Ada pula siswa yang terpaksa mengerjakan soal-soal di kantor polisi atau di rumah. Di Depok, Jawa Barat, umpamanya. Beberapa saat sebelum ujian nasional dimulai, seorang tersangka kasus tawuran bersenjata tajam digiring keluar sel tahanan dibawa ke ruang kepala kepolisian sektor. Di bawah pengawasan ketat, tersangka mengisi kertas jawaban soal-soal ujian nasional.
Sejak dua pekan silam, tersangka terpaksa mendekam di sel tahanan Markas Polsek Sukmajaya, Depok karena terlibat perkelahian antarpelajar. Tersangka ditahan karena saat tawuran tertangkap tangan membawa samurai. Adapun sejumlah pelajar terluka berat akibat tawuran tersebut.
Sementara itu, Iswadi Idris, seorang siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 7 Pawiyatan, Surabaya, Jawa Timur, terpaksa mengerjakan soal-soal ujian nasional di rumah. Ia mengerjakannya di bawah pengawasan petugas sekolah dan polisi. Iswadi tak dapat hadir di sekolah karena menderita patah tulang di kedua kaki setelah mengalami kecelakaan sepeda motor. Walau mengerjakan soal dengan menahan sakit, Iswadi optimistis bisa lulus ujian nasional tahun ini.
Pelaksanaan ujian nasional pun tercoreng dengan kecurangan. Berbagai cara dilakukan sejumlah siswa untuk mendapat nilai terbaik dalam ujian nasional. Sayangnya, sebagian murid mengambil jalan pintas atau salah, yakni dengan cara membeli kunci jawaban soal dari seseorang. Itu seperti terjadi di Sidrap, Sulawesi Selatan. Belum lama ini polisi menemukan kunci jawaban ujian mata pelajaran bahasa Indonesia dari sejumlah siswa.
Lembaran-lembaran kertas yang didapat dari mereka diduga merupakan kunci jawaban ujian nasional mata pelajaran bahasa Indonesia. Lembaran kunci jawaban itu didapat polisi setelah merazia sejumlah SMA dan SMK di wilayah Sidrap. Tak hanya berupa lembaran, jawaban juga ada yang berupa pesan pendek atau SMS via telepon genggam.
Sejumlah peserta ujian yang berbuat curang itu mengaku membeli kunci jawaban ujian dengan harga Rp 500 ribu dari seseorang bernama Andi Kadir asal Kota Rappang. Benar tidaknya jawaban ujian bahasa Indonesia itu masih diselidiki. Sejauh ini sejumlah siswa dan siswi sudah dimintai keterangan sebagai saksi. Polisi juga melakukan pengejaran terhadap Andi Kadir. Namun, saat rumahnya di wilayah Rappang digeledah, polisi tak berhasil menemukan Andi yang diduga sudah melarikan diri.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)