Liputan6.com, Blacksburg: Polisi masih menyelidiki faktor penyebab Cho Seung-hui melakukan penembakan di Universitas Teknologi Virginia di Blacksburg, Negara Bagian Virginia, Amerika Serikat. Walau belum mengetahui motif penembakan, polisi menemukan sejumlah bukti di kamar asrama dan rumahnya, baru-baru ini. Seung-hui yang juga tewas bunuh diri menuliskan pesan bahwa dia marah besar pada anak-anak orang kaya, kemewahan berlebihan, dan para pemimpin agama.
Ribuan lilin dan isak tangis mewarnai acara doa bersama di Kampus Universitas Teknologi Virginia. Mereka memanjatkan doa dan mengenang para korban yang tewas akibat berondongan peluru Seung-hui di lingkungan kampus, Senin silam. Para peserta berpakaian warna kebanggaan universitas, merah dan oranye.
Insiden penembakan terburuk di AS ini menewaskan 33 orang, termasuk sang pelaku. Partahi Lumbantoruan, kandidat doktor asal Indonesia, turut menjadi korban tewas dalam insiden ini [baca: Seorang Mahasiswa Indonesia Menjadi Korban Tragedi Virginia].(DNP)
Ribuan lilin dan isak tangis mewarnai acara doa bersama di Kampus Universitas Teknologi Virginia. Mereka memanjatkan doa dan mengenang para korban yang tewas akibat berondongan peluru Seung-hui di lingkungan kampus, Senin silam. Para peserta berpakaian warna kebanggaan universitas, merah dan oranye.
Insiden penembakan terburuk di AS ini menewaskan 33 orang, termasuk sang pelaku. Partahi Lumbantoruan, kandidat doktor asal Indonesia, turut menjadi korban tewas dalam insiden ini [baca: Seorang Mahasiswa Indonesia Menjadi Korban Tragedi Virginia].(DNP)