Karyawan Freeport Menuntut Perbaikan Kesejahteraan

Ribuan karyawan PT Freeport berunjuk rasa setelah sejumlah dialog dengan manajemen soal perbaikan kesejahteraan menemui jalan buntu. Mereka menilai perusahaan asal AS ini hanya menguras dan mengintimidasi karyawan.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 April 2007, 01:06 WIB
Liputan6.com, Timika: Ribuan karyawan PT Freeport Indonesia berunjuk rasa di Timika, Papua, Selasa (17/4) petang. Mereka menuntut perbaikan kesejahteraan karena perusahaan tambang asal Amerika Serikat ini hanya menguras dan mengintimidasi karyawan selama 32 tahun beroperasi. Akibat aksi damai ini PT Freeport berhenti produksi.

Unjuk rasa itu diawali dengan berjalan kaki dari kawasan produksi di Tembagapura ke Timika sejauh 15 kilometer. Namun puluhan bus karyawan menjemputnya dari Mile 64 sebelum sampai di Timika. Aksi ini mereka lakukan setelah dialog dengan pihak manajemen buntu meski sudah melakukan berbagai pertemuan [baca: Kontrak Tambang dan Energi Perlu Dinegosiasi Ulang].

Hingga berita ini disusun para karyawan lain di Tembagapura masih berunjuk rasa. Mereka ikut mendukung dengan berhenti bekerja mulai pukul 24.00 WIT. Akibatnya terhentinya produksi selama unjuk rasa, perusahaan ini berpotensi rugi hingga miliaran rupiah.(YAN/Anis Wangge)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya