Sop kepala ikan ini ada di rumah makan milik Ridwan. Kendati menu ini baru diperkenalkan Ridwan di Polewali, namun sambutan konsumen cukup menggembirakan. Terbukti, dari pantauan SCTV belum lama ini, restoran Ridwan setiap hari dipenuhi pelanggan. Bahkan, pelanggan yang datang terlambat terkadang tidak kebagian.
Aroma dan rasanya yang khas serta harganya yang relatif murah, yakni Rp 8.000 per satu porsi, menjadikan sop kepala ikan olahan Ridwan menjadi masakan favorit di semua kalangan. Andi Erni, misalnya. Hampir setiap hari mampir di rumah makan Ridwan hanya untuk menikmati sop kepala ikan. Eni bahkan terkadang sering menraktir teman-temannya sebagai hadiah atau hanya untuk mengakrabkan suasana.
Advertisement
Beragam kepala ikan ekspor, seperti kakap, baronang, dan tongkol ini diolah dalam beberapa tahap. Sirip dan tulang yang tidak perlu dibuang. Ikan yang sudah dicuci kemudian direbus dalam air mendidih selama beberapa menit untuk membuang lemak dan sisik yang masih ada.
Sementara, beragam bumbu seperti merica, daun bawang yang telah dipotong kecil, tomat, ketumbar, bawang merah, bawang putih, dan bawang mandar ditumis dalam wajan hingga aromanya terasa. Ikan yang sudah direbus kemudian dimasukkan ke dalam wajan bersama bumbu lain. Dalam tempo sekitar 30 menit, sop kepala ikan siap disajikan.
Menurut Ridwan, semula beragam jenis kepala ikan ekspor ini hanya jadi limbah yang dibuang pengusaha ikan setelah dagingnya dipisahkan dan diekspor ke luar negeri.
Hanya dalam waktu enam bulan usaha sop kepala ikan buatan Ridwan mengalami kemajuan yang cukup menggembirakan. Dalam sehari dia mampu mengantongi pendapatan antara Rp 500 ribu hingga Rp 800 ribu. Karena kewalahan menerima pengunjung, Ridwan terpaksa merekrut empat tenaga kerja tambahan selain tiga anggota keluarganya.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)