Tragedi Bunuh Diri di Malang Masih Misteri

Penyebab kematian Junania Merci dan empat anaknya masih menyimpan tanda tanya besar. Pihak SD Charis National Academy, tempat anak-anak Junania belajar, meragukan dugaan ekonomi di balik kasus ini.

oleh Liputan6.comDiterbitkan 14 Maret 2007, 14:05 WIB
Bunuh Diri Ibu Anak

Liputan6.com, Malang: Kasus bunuh diri Junania Merci dan ke-empat anaknya masih menyimpan misteri. Belum dipastikan alasan Junania bertindak senekat itu. Tragedi itu juga menyimpan cerita memilukan. Seperti yang ditemukan Kepolisian Resor Kota Malang, Jawa Timur, belum lama ini. Dari dua telepon seluler Junania, ada beberapa foto menjelang kematian warga Lowokwaru, Malang, itu beserta empat buah hatinya.Bunuh diri massal ini memang terkesan sudah direncanakan. Sebelum meninggal Junania sempat meninggalkan surat wasiat, termasuk berkirim pesan singkat lewat telepon genggam kepada Hendrik Suwarno, suaminya. Isinya memberitahu dia telah membunuh anak-anak Hendrik. "Kemudian setelah itu dia memotret (ke-empat anaknya)," ujar Kepala Kepolisian Malang Ajun Komisaris Besar Polisi Erwin Charara Rusmana, Rabu (14/3) [baca: Bunuh Diri Ibu dan Anak Sudah Direncanakan].Erwin menambahkan, dalam foto terlihat keempat anak Junania yaitu Athena Latonia, Prinsessa Ladova, Hendrison, dan Gabrelia Al Cein diminumkan racun. Kemudian dia yang terakhir meminum racun.Pihak Sekolah Dasar Charis National Academy, tempat anak-anak Junania belajar, membantah dugaan kasus bunuh diri ini berlatar belakang ekonomi. Selama ini, anak-anak Junina tidak pernah terlambat membayar iuran sekolah. Junania bahkan sering mengantar anak-anaknya serta mengikuti kegiatan yang diadakan sekolah.Kepala SD Charis National Academy Amy Iwani mengaku kehilangan. Anak-anak Junina dikenal cerdas. Apalagi Prinsessa Ladova, yang berusia delapan tahun. Ia mempunyai kebiasaan berbeda dibanding anak-anak lain. "Mengambilkan makan siang buat guru-gurunya," kata dia.Siang ini kelima korban bunuh diri dikremasi. Acara dihadiri keluarga korban dan siswa-siswa SD Charis National Academy. Mereka juga ikut mengantar ke peristirahatan terakhir.(AIS/Noor Ramadhan dan Eko Saktia)

Tag Terkait

Rekomendasi

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya