Korban Lapindo Memblokade Jalan Porong

Korban banjir lumpur dari lahan eksplorasi milik Lapindo Brantas menutup jalan raya Porong dan rel kereta api dengan bebatuan. Warga Perumtas menolak relokasi dan tetap minta uang tunai.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 Maret 2007, 12:52 WIB
Liputan6.com, Sidoarjo: Korban lumpur PT Lapindo Brantas termasuk warga Perumahan Tanggulangin Anggun Sejahtera (Perumtas) benar-benar mewujudkan ancaman mereka. Sejak Senin (12/3) pagi, massa memblokade jalan raya Porong dan menutup rel kereta api dengan bebatuan. Warga Perumtas kesal karena Lapindo hanya bersedia merelokasi pemukiman dan menolak memberi uang tunai. Keputusan merelokasi merupakan hasil sidang kabinet beberapa waktu silam.

Sejumlah ibu yang ikut berdemonstrasi menangis histeris karena kesal pemerintah tidak menanggapi nasib mereka. Padahal penderitaan yang dialami warga Perumtas akibat banjir lumpur Lapindo sama dengan warga lain di kawasan Porong. Mereka tetap minta cash and carry meski pemerintah menjanjikan relokasi plus rumah baru [baca: Warga Perumtas Tetap Menolak Relokasi Plus].

Aksi massa tak pelak menyebabkan kemacetan karena akses jalan yang menghubungkan Surabaya, Malang, dan Jember tertutup. Polisi mengalihkan kendaraan ke rute lain yang tidak terganggu demonstrasi. Untuk mengantisipasi kekacauan, Kepolisian Daerah Jawa Timur mengerahkan pasukan Brimob.(KEN/Anastasya Putri)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya