Pencarian Guntur Melibatkan Penyelam

Sejumlah penyelam akan dilibatkan dalam pencarian kamerawan SCTV, Mochammad Guntur Syaifullah dan dua polisi di perairan Muara Gembong, perbatasan Bekasi-Karawang. Sebelum hilang, Guntur terlihat masih memegang kamera.

oleh Liputan6Diterbitkan 26 Februari 2007, 07:48 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Pencarian kamerawan SCTV Mochammad Guntur Syaifullah dan dua polisi anggota tim Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Markas Besar Polri di perairan Muara Gembong, perbatasan Bekasi-Karawang, Jawa Barat, akan melibatkan tim penyelam. Upaya evakuasi juga dibantu KRI Kobra, tiga kapal patroli Polisi Air dan Udara Kepolisian Daerah Metro Jaya, serta sebuah helikopter dari Markas Besar Polri. Menurut laporan reporter SCTV, Gadis Parengkuan, Senin (26/2), rencananya pencarian akan dimulai pukul 07.00 WIB.

Kemarin, upaya pencarian sempat dihentikan karena cuaca buruk. Evakuasi sulit dilakukan karena tingginya gelombang laut dan angin kencang. Pencarian akhirnya dilakukan dengan memasang pelampung di titik tenggelamnya Kapal Motor Levina I [baca: Pencarian Kamerawan SCTV Terhalang Cuaca Buruk].

Peristiwa ini berlangsung saat kapal jenis roll on-roll off (roro) ini sedang ditarik ke Pelabuhan Muara Gembong. Dalam kejadian itu, juru kamera Lativi, Suherman, meninggal saat dibawa ke Rumah Sakit Port Medical Center, Tanjungpriok, Jakarta Utara.

Dua korban lainnya, yakni reporter RCTI Bima Marzuki dan Ruth Simatupang penyelidik Komite Nasional Keselamatan Transportasi, sempat kritis. Sementara, Mochammad Guntur dan dua polisi yakni Ajun Komisaris Besar Polisi Langgeng Widodo serta Komisaris Polisi Widyantoro, hingga kini masih belum ditemukan [baca: Juru Kamera SCTV Belum Ditemukan].

Menurut keterangan reporter SCTV lainnya, Agus Faisal Karim, rombongan berangkat dari Pelabuhan Tanjungpriok, sekitar pukul 11.30 WIB dengan menggunakan tiga speed boat Polairud. Ketika dihampiri, bangkai kapal masih terasa panas dan mengeluarkan asap. "Setelah tim KNKT dan Puslabfor melakukan penyelidikan awal, barulah kami diizinkan memasuki kapal," kata Agus saat diwawancarai Bayu Sutiyono dalam dialog di Liputan 6 Pagi.

Saat berada di atas bangkai kapal, Agus terus berdampingan dengan Guntur. Namun ketika berada di dek, Guntur menyuruh Agus supaya berjalan duluan. "Posisi dia [Guntur] selalu ada di belakang saya," ujar Agus.

Beberapa saat kemudian, tiba-tiba kapal mulai miring dan air masuk ke dalam badan kapal. Agus langsung meloncat ke laut, tapi Guntur masih terpisah di belakang. Saat di laut, rekan Gusti dari Indosiar berada persis di samping Mochammad Guntur," tambah Agus. Setelah itu, Agus tak bisa menemukan Guntur [baca: Guntur Berusaha Menyelamatkan Kamera].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya