Kisah Putri Tidur dalam Pertunjukan Balet

Dongeng klasik Putri Tidur atau The Sleeping Beauty dipentaskan The Russian State Ballet of Moscow di TIM, Jakarta Pusat. Pertunjukan ini digelar untuk menggalang dana untuk penderita penyakit jantung.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Februari 2007, 07:46 WIB
Liputan6.com, Jakarta: The Russian State Ballet of Moscow mementaskan dongeng klasik Putri Tidur atau The Sleeping Beauty di Graha Bakti Budaya, Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, belum lama berselang. Cerita legenda itu dipentaskan dalam kemasan pertunjukan balet.

Cerita dibuka dengan pesta kerajaan yang diadakan Raja Florestan ke-XIV guna menyambut kelahiran Putri Aurora. Tujuh peri baik diundang untuk memberikan harapan baik kepada sang putri. Namun di tengah kemeriahan pesta tiba-tiba terdengar suara gaduh yang ternyata ulah Peri Carabose. Karena dendam, peri jahat itu langsung mengutuk Putri Aurora, bahwa ketika berusia 16 tahun, sang putri akan tertusuk duri dan meninggal.

Kutukan itu begitu kuatnya, hingga Peri Lilac, peri kebaikan, tidak mampu mematahkannya. Untuk mengurangi penderitaan seluruh kerajaan, Peri Lilac berjanji, bila kutukan itu terjadi ia akan membuat seluruh kerajaan akan tertidur selama 100 tahun. Ia juga menambahkan bahwa kutukan itu akan terpatahkan oleh seorang pangeran.

Waktu terus berjalan dan kutukan itu pun terjadi. Putri Aurora tertusuk duri dan tidak sadarkan diri. Tak lama kemudian seluruh kerajaan tertidur.

Seratus tahun berlalu. Seorang pangeran tampan dari negeri seberang datang dan mendapati sebuah istana tertutup semak. Ketika akan masuk ke istana itu, Pangeran Desire ditemui Peri Lilac yang menceritakan mengenai kutukan Peri Carabose. Ia kemudian bertekad untuk membebaskan Aurora dari kutukan jahat itu.

Setelah berhasil menaklukkan Peri Carabose, Pangeran Desire mencari Putri Aurora dan menciumnya. Seketika itu juga sang putri terbangun bersama seluruh kerajaan. Cerita ini ditutup dengan pesta pernikahan Putri Aurora dengan Pangeran Desire.

Penampilan para balerina asal negara Beruang Merah ini adalah yang kali ketiga. Pertunjukan itu difasilitasi Yayasan Jantung Indonesia. Acara ini sekaligus untuk mengalang dana bagi penderita penyakit jantung yang kurang mampu.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya