Liputan6.com, Jakarta: Sejumlah keluarga penumpang Kapal Motor Levina I masih mencari tahu keberadaan anggota keluarga mereka di Pelabuhan Tanjungpriok, Jakarta Utara, Jumat (23/2). Mereka mengaku masih kebingungan karena tidak adanya kepastian jumlah penumpang selamat dan yang hilang. Pasalnya, keterangan yang dilansir berbagai pihak memuat angka berbeda.
Pihak pemilik kapal, misalnya, mengatakan jumlah penumpang sesuai manifest 227 orang. Namun, beredar pula kabar bahwa pihak Polisi Air dan Udara melansir jumlah penumpang KMP Levina I sebanyak 258 orang. Selain itu, seperti dilaporkan reporter SCTV Novarini dari Pelabuhan Tanjungpriok, pihak Administratur Pelabuhan baru saja mengeluarkan data pasti yang menyebutkan jumlah penumpang 316 orang. Dipastikan pula bahwa tidak ada penumpang yang hilang.
Sementara itu, pemilik KMP Levina I, Hendri, membantah kabar tentang tidak adanya upaya penyelamatan yang dilakukan anak buah kapal. Menurutnya, kebakaran terjadi di pagi hari dan api membesar dengan cepat, sehingga semua penumpang panik. "Dalam kondisi baru bangun tidur tidak terpikir lagi untuk mencari pelampung," ujar dia.
Menurut pantauan udara yang dilakukan SCTV menggunakan pesawat TNI Angkatan Laut tadi pagi, posisi KMP Levina I sudah bergeser 20 mil ke arah timur. Untuk memastikan posisi kapal, KRI Lumajang ditempatkan tidak jauh dari kapal nahas itu. Sejumlah kapal juga masih menyisir sekitar lokasi untuk mencari korban hilang. Namun, hingga saat ini belum ada penumpang kapal yang ditemukan [baca: Pencarian Belasan Penumpang Levina I Berlanjut].(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)
Pihak pemilik kapal, misalnya, mengatakan jumlah penumpang sesuai manifest 227 orang. Namun, beredar pula kabar bahwa pihak Polisi Air dan Udara melansir jumlah penumpang KMP Levina I sebanyak 258 orang. Selain itu, seperti dilaporkan reporter SCTV Novarini dari Pelabuhan Tanjungpriok, pihak Administratur Pelabuhan baru saja mengeluarkan data pasti yang menyebutkan jumlah penumpang 316 orang. Dipastikan pula bahwa tidak ada penumpang yang hilang.
Sementara itu, pemilik KMP Levina I, Hendri, membantah kabar tentang tidak adanya upaya penyelamatan yang dilakukan anak buah kapal. Menurutnya, kebakaran terjadi di pagi hari dan api membesar dengan cepat, sehingga semua penumpang panik. "Dalam kondisi baru bangun tidur tidak terpikir lagi untuk mencari pelampung," ujar dia.
Menurut pantauan udara yang dilakukan SCTV menggunakan pesawat TNI Angkatan Laut tadi pagi, posisi KMP Levina I sudah bergeser 20 mil ke arah timur. Untuk memastikan posisi kapal, KRI Lumajang ditempatkan tidak jauh dari kapal nahas itu. Sejumlah kapal juga masih menyisir sekitar lokasi untuk mencari korban hilang. Namun, hingga saat ini belum ada penumpang kapal yang ditemukan [baca: Pencarian Belasan Penumpang Levina I Berlanjut].(ADO/Tim Liputan 6 SCTV)