Api Membakar KM Levina dengan Cepat

Sejumlah penumpang yang selamat mengaku Kapal Levina I begitu cepat terbakar sehingga mereka sesegera mungkin menyelamatkan diri. Kerabat penumpang kapal di Bangka Belitung belum mendapat kabar pihak Levina maupun Dishub setempat.

oleh Liputan6Diterbitkan 23 Februari 2007, 02:02 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Insiden terbakarnya Kapal Motor Levina I berhasil direkam oleh anggota Polisi Air Kepolisian Daerah Metro Jaya, Kamis (22/2) siang. Dalam rekaman itu terlihat asap hitam mengepul dari salah satu bagian kapal yang membawa sebanyak 350 orang dalam perjalanan menuju Pangkalan Balam, Bangka Belitung ini.

Tim Polair Polda Metro Jaya juga mengambil foto-foto saat proses evakuasi berlangsung. Salah satunya mengangkat penumpang yang masih di laut untuk diangkut ke kapal penyelamat yang tiba di lokasi beberapa jam setelah kejadian. Polisi bergerak cepat karena awak Levina langsung mengirim kabar keadaan darurat ke petugas.

Sementara itu sejumlah penumpang yang selamat mengaku KM Levina begitu cepat terbakar sehingga mereka sesegera mungkin menyelamatkan diri. "Kita nggak bisa apa-apa soalnya hitungan detik [api menjalar] aja," kata Asep Haryadi. Demikian juga menurut Iskandar. "Semua orang panik dan nyelamatin masing-masing," kata dia.

Sementara belasan korban luka-luka insiden KM Levina kini dirawat di Rumah Sakit Port Medical Center, Jakarta Utara. Mereka umumnya mengalami patah tulang karena melompat dari kapal tanpa menggunakan alat bantu apa pun termasuk pelampung. Seorang di antaranya harus menjalani operasi tulang karena kondisinya tergolong parah.

Salah satu pasien adalah Agus Nurohman. Kondisi Agus dan istrinya tidak terlalu lemah. Namun berbeda dengan nasib kedua anak mereka yakni Nabila (tiga tahun) dan Dani (tiga bulan). Kondisi keduanya sempat melemah karena banyak menelan air laut. Meski demkian Agus tetap bersyukur karena bisa selamat. Jika Agus bernapas lega. Lain halnya dengan Heli, sang pengantin baru. Istrinya belum diketahui nasibnya.

Resman, bayi yang baru berusia 14 bulan berhasil selamat di antara ratusan penumpang KM Levina. Resman terpisah dari ayahnya selama lebih dari 13 jam. Muhammad Tulus langsung terharu saat bertemu kembali bayinya di Tanjungpriok. Saat kebakaran melanda, Tulus melompat ke laut sambil mendekap Resman. Dia terpaksa menitipkan Resman ke temannya saat mengetahui sang istri masih di atas kapal.

Hingga kini sebanyak 16 korban meninggal dalam musibah telah dibawa ke kamar jenazah RS Cipto Mangunkusumo, Jakarta Pusat. Di antaranya adalah jenazah Kursimah dan dua anaknya, Habibi (2,6 tahun) dan Ninda (9 tahun). Selain itu, masih ada jenazah atas nama Jamroni (50 tahun), Sandi (1 tahun), Nurohman (39 tahun), dan Surya Mugiyana (51 tahun). Sementara identitas korban lainnya masih belum diketahui.

Musibah KM Levina membuat keluarga korban yang berasal dari Bangka cemas. Mereka juga belum mendapat kabar yang pasti baik dari pihak Levina maupun dari Dinas Perhubungan Bangka Belitung. Maryati, misalnya hingga kini belum mengetahui kabar suami dan adiknya yang menjadi penumpang KM Levina. Maryati bertambah resah setelah mendengar berita di televisi yang menyatakan beberapa penumpang Levina tewas.

Sementara itu di Kantor Levina terlihat sepi dari aktivitas para pegawainya. Berdasarkan data yang diperoleh SCTV dari pihak Levina, jumlah penumpang kapal yang termasuk dalam manifes adalah sebanyak 228 orang, 42 truk, delapan kendaraan pribadi, dan lima sepeda motor [baca: Kapal Penumpang Levina I Terbakar].(JUM/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya