Mengulang Sukses <i>Badai Pasti Berlalu</i>

Di era 70-an, Roy Marten, Christine Hakim, dan Slamet Rahardjo tampil gemilang memerankan karakter tiga tokoh utama dalam film Badai Pasti Berlalu. Tiga puluh tahun kemudian, film fenomenal ini dibuat ulang.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 Februari 2007, 08:23 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Badai Pasti Berlalu. Judul film ini terasa akrab di telinga sebagian besar penonton layar perak di Tanah Air era 70-an, tepatnya tahun 1977 hingga 1979. Kala itu Roy Marten, Christine Hakim, dan Slamet Rahardjo tampil gemilang memerankan karakter tiga tokoh utama dalam film yang diangkat dari novel laris karangan Marga T. Film besutan Teguh Karya ini pun meraih tiga penghargaan Piala Citra di tahun 1978. Masing-masing untuk kategori editing, fotografi, editing suara dan tata musik. Film itu pun dinobatkan sebagai film terlaris pada tahun 1978 dan 1979.

Dan tiga puluh tahun kemudian, sutradara muda berbakat Teddy Soeriaatmadja berkesempatan membuat ulang film sukses tersebut. Para pemeran utamanya pun terbilang aktor dan aktris muda, yakni Vino G. Bastian dan Raihanun. Aktor kawakan Slamet Rahardjo pun kembali berakting. Tak tertinggal aktris Dewi Irawan, Winky Wiryawan, dan Agastya Kandaow. Film remake ini beredar di bioskop-bioskop di Ibu Kota terhitung 14 Februari 2007, bertepatan dengan momen Valentine Day atau Hari Kasih Sayang.

Saat berdialog di Liputan 6 Pagi, Ahad (18/2), Teddy Soeriaatmadja mengungkapkan dirinya hanya berupaya menerjemahkan film yang dahulunya sukses itu ke dalam suasana zaman sekarang. Sang sutradara pun mengaku tak mempunyai beban saat membuat ulang film yang sekarang diproduksi Astral Pictures tersebut. Bila pun ada perbedaan, imbuh Teddy, antara lain dalam segi adegannya. Dia pun mencoba menghibur kalangan penonton muda usia yang belum pernah menonton film fenomenal tersebut. "Seru, pokoknya. Bocorannya, mungkin mesti ditonton. Nontonnya rame-rame, dua sampai tiga kali," ucap Teddy.

Menyoal pemerannya, Teddy mengatakan, dirinya tak melihat dari nama aktor maupun aktrisnya. "Lebih pada cocok perannya aja," ujar lelaki berkacamata itu. Lain lagi pandangan kedua pemeran utama, Vino dan Raihanun. Menurut Vino, ia tak ingin dibanding-bandingkan dengan aktor dalam film terdahulu. "Film dulu sudah mempunyai tempat sendiri. Juga, ini sebagai kehormatan kita terhadap film sebelumnya," tukas Vino.

Sementara Raihanun mengaku tak masalah bila dirinya dibandingkan dengan Christine Hakim. "Saya justru bangga dibandingkan dengan Tante Christine, cuma di sini saya punya gaya tersendiri menggambarkan Siska seperti apa," jelas Raihanun.

Film berdurasi 90 menit ini mengisahkan seorang perempuan muda bernama Siska yang patah hati. Gadis ini lalu berubah menjadi perempuan yang dingin dan hatinya penuh luka. Di saat itulah, Siska bertemu dengan Leo yang belakangan diketahui mendekatinya lantaran adanya pertaruhan. Siska pun patah hati untuk kedua kalinya. Singkat cerita, Siska bertemu dan menikahi Helmi, lelaki lainnya yang tidak dicintainya dan hanya memeras dirinya. Tak tahan atas perlakuan suaminya, Siska lantas bangkit dan melawan. Bagaimana akhir kisah kasih ini? Saksikan saja filmnya.(ANS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya