Harga Beras di Jawa Timur Terkerek

Kenaikan harga terjadi pada semua jenis beras. Warga berharap pemda segera menggelar operasi pasar beras untuk menekan harga.

oleh Liputan6Diterbitkan 15 Februari 2007, 06:34 WIB
Liputan6.com, Madiun: Sudah seminggu harga beras di Madiun, Jawa Timur naik cukup tinggi. Kenaikan berkisar antara Rp 700 hingga Rp 1.000 per kilogram untuk semua jenis beras. Demikian hasil pantauan SCTV di Madiun, baru-baru ini.

Beras jenis IR-64 kini dijual Rp 5.500 dari sebelumnya Rp 4.800 per kg. Harga beras mentik wangi naik dari Rp 5.000 menjadi Rp 5.700 per kg. Kenaikan harga terjadi lantaran harga kulakan dari petani juga naik.

Menurut Tatik, pedagang, kenaikan harga beras juga dipicu keterbatasan stok setelah jatah dari pengepul ke pedagang dikurangi. Kini pedagang hanya mendapat jatah satu kwintal beras per hari. Padahal sebelumnya mereka mendapat pasokan lima kwintal per hari.

Di Surabaya pun demikian. Harga beras mulai terkerek. Di Pasar Bendul Merisi, misalnya, harga beras naik antara Rp 700 sampai Rp 1.000 per kg. Beras kualitas medium yang semula Rp 4.600 naik menjadi Rp 5.300 per kg. Sementara beras kualitas super sudah menembus harga Rp 6.500 per kg akibat menipisnya stok.

Harga beras di Gresik juga naik rata-rata Rp 1.000 per kg. Beras kualitas sedang yang semula Rp 4.600 kini dijual Rp 5.800 per kg. Harga beras kualitas baik naik dari Rp 5.200 menjadi Rp 6.400 per kg. Warga mengharap Pemerintah Kabupaten Gresik melakukan operasi pasar untuk menekan kenaikan harga.

Kenaikan harga beras terjadi pula di Pasuruan. Beras jenis bengawan yang sebelumnya dijual Rp 6.500 kini menjadi Rp 7.000 per kg. Bahkan harga beras jenis IR melambung hingga Rp 6.300 per kg.(ICH/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya