Air di Pintu Karet Kembali Meluap

Hujan deras semalam menyebabkan air sungai di Pintu Air Karet, kawasan Petamburan, Jakpus, meluap. Warga setempat yang kemarin sudah mulai bersih-bersih terpaksa mengungsi lagi.

oleh Liputan6Diterbitkan 08 Februari 2007, 14:37 WIB
Liputan6.com, Jakarta: Seiring turunnya hujan deras sejak dini hari tadi, debit air sungai di Pintu Air Karet, kawasan Petamburan, Jakarta Pusat, Kamis (8/2) siang, kembali meninggi. Ketinggian air mencapai 550 sentimeter atau jauh di atas ambang normalnya yaitu 440 sentimeter. Dampaknya air sungai meluap lagi dan membanjiri rumah warga setempat sampai setinggi lutut orang dewasa.

Padahal sehari sebelumnya, warga yang tinggal di bantaran sungai sudah mulai bersih-bersih. Pasalnya air bercampur lumpur sudah surut. Namun hujan deras yang kembali mengguyur memaksa lagi warga untuk mengungsi. Mereka memadati beberapa tempat pengungsian termasuk masjid. Warga mengaku tidak tahu sampai kapan akan bertahan di tempat pengungsian.

Air di kawasan Bukit Duri, Jakarta Selatan juga naik lagi sebatas betis orang dewasa. Keadaan ini memaksa warga setempat bertahan di masjid yang lokasinya lebih tinggi dari rumah mereka. Sedikitnya 2.000 orang berlindung di masjid itu. Pengungsi yang tidak tertampung terpaksa tidur di kolong jembatan. "Saya terpaksa karena nggak kebagian," kata Ibu Daronah yang sudah lima hari tidur di kolong jembatan. Daronah mengaku bingung karena seluruh perabot rusak terendam.

Karena sangat padat, suasana di dalam masjid hiruk-pikuk. Apalagi menjelang waktu pembagian makan siang. Warga berlomba-lomba antre mengambil jatah nasi bungkus. Sementara itu, sebagian bayi mulai terserang berbagai penyakit pascabanjir seperti demam dan pilek. Ibu para bayi juga kebingungan karena persediaan susu dan makanan menipis.

Sementara air di kawasan Gudang Peluru yang tidak jauh dari Kali Ciliwung, sudah surut. Arus lalu lintas di kawasan itu masih terhambat karena petugas sedang membersihkan lumpur dan sampah yang mengotori jalan. Sampah yang menggunung lebih banyak berupa perabotan rumah tangga seperti kasur dan kursi.

Banjir juga belum mau beranjak dari Kelurahan Semanan, Kalideres, Jakarta Barat. Bahkan seusai hujan turun, ketinggian air naik sampai dua meter. Meski begitu, warga setempat menolak mengungsi dan memilih bertahan di atap rumah. Mereka mengaku terpaksa menunggui rumah padahal banjir sudah terjadi selama delapan hari. Kawasan itu juga terisolasi sehingga pasokan makanan terlambat diterima masyarakat.(KEN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya