Ritual yang juga dikenal sebagai rebutan hasil bumi ini diadakan setiap bulan Sura atau Tahun Baru Islam [baca: Grebeg Suran di Kaki Gunung Slamet]. Prosesi ritual diawali dengan arak-arakan mengusung berbagai hasil bumi, antara lain aneka jenis sayur mayur, sembilan bahan pokok serta berbagai jenis buah-buahan. Ritual juga menyuguhkan berbagai jenis kesenian tradisional Banyumasan, seperti hadrah, kentongan hingga kesenian tabuh lesung.
Selesai arak-arakan, seluruh sesaji didoakan sesepuh desa setempat. Mereka memanjatkan puji syukur kepada Tuhan. Dalam doa warga berharap agar seluruh masyarakat Banyumas, khususnya yang tinggal di sekitar pegunungan Gunung Slamet, selalu diberikan keselamatan.
Advertisement
Usai berdoa, ribuan warga memperebutkan seluruh sesaji. Mereka memperebutkan tumpeng tiga warna yang terbuat dari berbagai hasil pertanian, yakni padi, ketela, dan berbagai jenis sayur mayur dan buah-buahan.(AIS/Mardianto)