Grebeg Suran, Ucapan Syukur Warga Banyumas

Ritual tahunan warga Kecamatan Baturaden, Banyumas, Jateng, itu berlangsung sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas rezeki dan hasil bumi yang melimpah. Usai ritual ribuan peserta upacara memperebutkan sesaji.

oleh Liputan6Diterbitkan 28 Januari 2007, 19:47 WIB
Liputan6.com, Banyumas: Sedikitnya 5.000 warga Kecamatan Baturaden, Banyumas, Jawa Tengah, kembali menggelar ritual Grebeg Suran, baru-baru ini. Mereka datang dari 30 desa di seluruh wilayah di kaki Gunung Slamet. Ritual berlangsung sebagai wujud syukur kepada Tuhan atas rezeki dan hasil bumi yang melimpah.

Ritual yang juga dikenal sebagai rebutan hasil bumi ini diadakan setiap bulan Sura atau Tahun Baru Islam [baca: Grebeg Suran di Kaki Gunung Slamet]. Prosesi ritual diawali dengan arak-arakan mengusung berbagai hasil bumi, antara lain aneka jenis sayur mayur, sembilan bahan pokok serta berbagai jenis buah-buahan. Ritual juga menyuguhkan berbagai jenis kesenian tradisional Banyumasan, seperti hadrah, kentongan hingga kesenian tabuh lesung.

Selesai arak-arakan, seluruh sesaji didoakan sesepuh desa setempat. Mereka memanjatkan puji syukur kepada Tuhan. Dalam doa warga berharap agar seluruh masyarakat Banyumas, khususnya yang tinggal di sekitar pegunungan Gunung Slamet, selalu diberikan keselamatan.

Usai berdoa, ribuan warga memperebutkan seluruh sesaji. Mereka memperebutkan tumpeng tiga warna yang terbuat dari berbagai hasil pertanian, yakni padi, ketela, dan berbagai jenis sayur mayur dan buah-buahan.(AIS/Mardianto)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya