Menurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulteng Ajun Komisaris Besar Polisi Muhammad Kilat, ribuan amunisi kaliber 5,56 milimeter itu ditemukan anggota Brimob. Belum diketahui pemilik ribuan amunisi yang biasa digunakan senapan serbu itu.
Selain amunisi, polisi juga menemukan dua jeriken berisi 1.218 butir peluru aktif yang dicampur oli di rumah Yuyun, warga Jalan Pulau Irian. Ditemukan pula cashing bom, enam butir selongsong berukuran jempol kaki orang dewasa, serta beberapa potong celana seragam TNI dan Polri. Barang bukti ini langsung dibawa ke Markas Kepolisian Resor Poso.
Advertisement
Sebelum penemuan senjata, sembilan anggota Komisi III DPR meninjau lokasi kontak senjata di Tanah Runtuh. Para anggota komisi bidang pertahanan ini juga menemui sejumlah tokoh agama di Polres Poso. Mereka meminta polisi tak mengedepankan cara-cara kekerasan dalam penyelesaian kasus Poso.
Sementara itu puluhan pemuda yang tergabung dalam Solidaritas Rakyat Peduli Kemanusiaan Sulawesi Tengah berunjuk rasa di depan Markas Detasemen Polisi Militer Palu. Mereka meminta polisi segera menghentikan kekerasan di Poso. Demonstran juga menuntut tim Densus Antiteror Mabes Polri ditarik dari Poso menyusul kontak senjata dengan kelompok bersenjata yang menewaskan 14 orang [baca: Kasus Poso Mendapat Reaksi Keras].(YAN/Syamsudin)