Liputan6.com, Banyumas: Hingga kini PT Kereta Api Indonesia (KAI) masih kesulitan mengangkat gerbong Kereta Api Bengawan Solo jurusan Solo-Jakarta di Banyumas, Jawa Tengah, yang terlepas dan jatuh ke Kali Bener, Selasa (16/1) dini hari. Fokus utama PT KAI saat ini tertuju pada perbaikan jalur kereta api yang telah mengacaukan jadwal perjalanan kereta di Stasiun Solo Balapan, Jateng.
Perbaikan jalur juga mencakup penggantian bantalan kereta yang sudah lapuk. Jalur yang terputus ditargetkan bisa kembali dilewati kereta sore ini. Namun, pihak PT KAI Daerah Operasi V belum memberi keterangan resmi tentang penyebab kecelakaan.
Sementara itu, seluruh korban dilaporkan sudah berada di rumah sakit dan proses evakuasi penumpang sudah dihentikan. Lima penumpang tewas telah diambil pihak keluarga, sedangkan korban luka dirawat di Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, RS Bunda, RS Wijaya Kusuma, dan RS Elisabeth [baca: Beberapa Penumpang Bengawan Solo Kritis].(ADO/Mardiyanto dan Heri Susanto)
Perbaikan jalur juga mencakup penggantian bantalan kereta yang sudah lapuk. Jalur yang terputus ditargetkan bisa kembali dilewati kereta sore ini. Namun, pihak PT KAI Daerah Operasi V belum memberi keterangan resmi tentang penyebab kecelakaan.
Sementara itu, seluruh korban dilaporkan sudah berada di rumah sakit dan proses evakuasi penumpang sudah dihentikan. Lima penumpang tewas telah diambil pihak keluarga, sedangkan korban luka dirawat di Rumah Sakit Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto, RS Bunda, RS Wijaya Kusuma, dan RS Elisabeth [baca: Beberapa Penumpang Bengawan Solo Kritis].(ADO/Mardiyanto dan Heri Susanto)