Sebelumnya, regu penolong menemukan ditemukan serpihan-serpihan badan pesawat di wilayah Pantai Lapakka. Namun, hingga siang ini, Tim Marinir belum menemukan serpihan lain. Sejumlah warga ikut membantu menyapu pantai hingga sore.
Pencarian juga dilakukan di Pantai Loji`i di Barru tempat penyeimbang ekor Adam Air ditemukan [baca: Serpihan Ekor Adam Air Ditemukan]. Kepala Kepolisian Wilayah Parepare Komisaris Besar Polisi Genot Haryant bersama anggota Polisi Air dan Udara terjun langsung dalam operasi ini. Namun, hingga berita ini ditulis, rombongan belum menemukan serpihan lain yang diduga berasal dari pesawat yang lenyap di awal Januari silam.
Advertisement
Dari serpihan-serpihan yang diduga bagian dari Pesawat Adam Air, belum satu pun yang dapat menunjukkan keberadaan pesawat. Di antara serpihan-serpihan yang ada, Kapal Republik Indonesia Fatahillah menemukan meja makan yang menempel di kursi penumpang pesawat. KRI Ajak juga menemukan sejumlah benda yang mengapung di Perairan Majene, Sulawesi Barat, kemarin, dan menyerahkan ke KRI Fatahillah.
KRI Fatahillah akan membawa serpihan-serpihan itu ke Pangkalan Utama TNI Angkatan Laut Wilayah IV Makassar, Sulsel. Benda-benda itu akan menjalani uji balistik untuk memastikan serpihan bagian dari pesawat Adam Air yang hilang atau bukan.
Kemarin, 68 serpihan juga dibawa ke Pos Koordinasi Pusat SAR Nasional (Sarnas) di Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Hasanuddin, Makassar. Di antaranya berupa sisa pakaian yang diduga milik penumpang pesawat Adam Air. Sebagian serpihan ditemukan di sekitar perairan Pangkep oleh dua nelayan di perairan Desa Tamangapa, Marrang. Posko Pusat Sarnas Lanud Hasanudddin telah menerima 153 serpihan.
Lokasi bangkai pesawat Adam Air KI-574 yang belum jelas membuat sebagian keluarga penumpang Adam Air mulai kembali ke daerah masing-masing. Mereka tidak yakin pemerintah akan segera menemukan badan pesawat dan 102 penumpang, termasuk enam awak pesawat yang hilang 1 Januari silam. Namun, beberapa di antara keluarga tetap bertahan di Makassar.
Di hotel tempat keluarga penumpang Adam Air menginap di Makassar terlihat jauh lebih tenang dari hari-hari sebelumnya. Para keluarga mengaku pasrah dan tidak terlalu merespons berita penemuan serpihan-serpihan yang diduga bagian dari pesawat Adam Air. Mereka mengaku sudah sering dikecewakan oleh informasi yang simpang siur.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)