Sedih bercampur lega dirasakan keluarga korban pesawat Adam Air di Manado, Sulawesi Utara. Keluarga Sam Paat Tumurang misalnya, yang kehilangan dua anggota keluarga dalam kecelakaan itu. Dengan berdebar, mereka terus menunggu berita pencarian korban dan pesawat nahas yang hilang kontak sejak awal Januari silam.
Sementara sebagian keluarga korban yang baru pulang dari Kota Makassar, menuntut pihak Adam Air memberangkatkan lagi mereka ke ibu kota Provinsi Sulsel, menyusul berita penemuan pesawat Adam Air. Namun, sejauh ini, pihak Adam Air belum mengabulkan tuntutan keluarga tersebut. Ini mengingat masih menunggu kepastian penemuan korban pesawat yang dilakukan tim Search and Rescue (SAR).
Advertisement
Tak hanya keluarga penumpang. Keluarga awak pesawat Boeing jenis 737-400 yang hilang itu pun merasa lega. Terutama setelah ditemukannya serpihan pesawat nahas itu. Mereka umumnya mengaku pasrah akan nasib keluarga mereka yang menjadi awak kabin. Hanya, mereka masih berharap ada mukjizat yang membuat keluarga mereka ditemukan dalam keadaan selamat.
Kediaman keluarga pilot Adam Air Revri Agustian Widodo di Perumahan Pepelegi, Surabaya, Jawa Timur, dipenuhi kalangan keluarga dan kerabat. Mereka berkumpul untuk menunggu perkembangan penemuan lanjutan serpihan pesawat Adam Air.
Kendati mengaku lega serpihan Adam Air ditemukan, istri Revri, Zulfiah, mengaku cemas akan nasib seluruh penumpang dan awak pesawat. Hanya saja, Zulfiah berharap ada keajaiban sehingga suami beserta seluruh penumpang Adam Air dapat diketemukan dalam kondisi selamat.
Pun demikian dengan Ratih Sekarsari di kawasan Ciledug, Banten. Orang tua Ratih, Karyono dan Sumini mengaku memiliki harapan kembali anaknya dapat ditemukan dalam kondisi masih hidup. Namun demikian, keduanya merasa siap dengan kemungkinan terburuk yang bakal terjadi. Buat mengetahui proses pencarian mereka terus memantau perkembangan penemuan serpihan Adam Air melalui siaran televisi.
Sementara itu, Nuriah, ibunda pramugari Adam Air yang bernama Nining Iriyani bersyukur telah diketemukannya serpihan pesawat yang membawa putrinya itu. Meski kecil kemungkinan untuk bertemu dengan putri bungsunya dalam keadaan hidup, ia masih berharap adanya mukjizat dari Tuhan. Nuriah mengaku hanya bisa berdoa dan pasrah kepada Yang Maha Kuasa.(ANS/Tim Liputan 6 SCTV)