Liputan6.com, Jakarta: Virus flu burung kembali menelan korban. Randi, 14 tahun, meninggal dunia di Rumah Sakit Persahabatan Jakarta Timur, Rabu (10/1), sekitar pukul 10.55 WIB. Warga Rawalele, Kalideres, Jakarta Barat, ini sebelumnya dinyatakan positif terjangkit virus avian influenza.
Randi sempat menjalani pengobatan di ruang unit perawatan intensif RS Persahabatan selama beberapa hari. Tim dokter menyatakan, dia menemui ajal karena gagal multiorgan. Jasad Randi saat ini masih di kamar jenazah RS Persahabatan.
Selain Randi, Riyah juga dinyatakan positif terjangkit virus flu burung dan masih dirawat intensif di RS Persahabatan. Kondisi kesehatan warga Pondok Jagung, Tangerang, ini belum menunjukkan perkembangan yang berarti, meski sudah mendapatkan sejumlah perawatan [baca: Pasien Flu Burung Kembali Bertambah]. Diduga keduanya terjangkit virus flu burung karena kontak dengan unggas yang mati.
Hingga kini, masih ada lima pasien dugaan flu burung yang dirawat di Ruang Isolasi RS Persahabatan. Kelima pasien ini adalah keluarga dan tetangga Randi yang tinggal dalam satu kawasan di Rawalele, Cengkareng.
Memasuki musim hujan, virus avian influenza semakin cepat berkembang. Virus mematikan ini memang bisa bertahan lebih lama dalam suhu dingin. Karena itu warga diimbau lebih waspada. Apalagi sampai sekarang Indonesia masih memegang rekor kasus flu burung terbanyak dengan angka kematian tertinggi, yakni 57 meninggal dunia dari 76 kasus.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Randi sempat menjalani pengobatan di ruang unit perawatan intensif RS Persahabatan selama beberapa hari. Tim dokter menyatakan, dia menemui ajal karena gagal multiorgan. Jasad Randi saat ini masih di kamar jenazah RS Persahabatan.
Selain Randi, Riyah juga dinyatakan positif terjangkit virus flu burung dan masih dirawat intensif di RS Persahabatan. Kondisi kesehatan warga Pondok Jagung, Tangerang, ini belum menunjukkan perkembangan yang berarti, meski sudah mendapatkan sejumlah perawatan [baca: Pasien Flu Burung Kembali Bertambah]. Diduga keduanya terjangkit virus flu burung karena kontak dengan unggas yang mati.
Hingga kini, masih ada lima pasien dugaan flu burung yang dirawat di Ruang Isolasi RS Persahabatan. Kelima pasien ini adalah keluarga dan tetangga Randi yang tinggal dalam satu kawasan di Rawalele, Cengkareng.
Memasuki musim hujan, virus avian influenza semakin cepat berkembang. Virus mematikan ini memang bisa bertahan lebih lama dalam suhu dingin. Karena itu warga diimbau lebih waspada. Apalagi sampai sekarang Indonesia masih memegang rekor kasus flu burung terbanyak dengan angka kematian tertinggi, yakni 57 meninggal dunia dari 76 kasus.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)