Dewan Transportasi AS Tiba di Makassar

Diperkirakan lantaran tiga warganya hilang dalam pesawat Adam Air, Dewan Keselamatan Transportasi Amerika Serikat, mengirimkan sejumlah pakarnya ke Makassar. Mereka disambut pemda setempat.

oleh Liputan6Diterbitkan 06 Januari 2007, 19:07 WIB
Liputan6.com, Makassar: Sejumlah pakar dari Dewan Keselamatan Transportasi Amerika Serikat, Sabtu (6/1), tiba di Makassar, Sulawesi Selatan. Mereka akan membantu pencarian pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan KI 574 yang hingga kini belum diketahui rimbanya.

Kedatangan Dewan Keselamatan Transportasi Amerika Serikat itu dijemput langsung sejumlah pejabat pemda setempat. Perhatian AS atas musibah ini cukup besar mengingat tiga warga negaranya turut menumpang pesawat jurusan Jakarta-Surabaya-Manado itu. Dua di antaranya adalah Stephanie Jackson dan Lindsey Jackson. Keduanya tengah berlibur mengunjungi ayah mereka Scott Jackson yang tengah menetap di Indonesia.

Berbagai upaya pencarian pesawat Adam Air terus dilakukan dan melibatkan lintas bidang. Misalnya saja pelacakan melalui sinyal telepon genggam. Namun, pakar multimedia Roy Suryo meminta keluarga korban Adam Air tidak berharap banyak dari pelacakan lokasi jatuhnya pesawat melalui sinyal telepon seluler.

Dari data yang dimiliki Roy Suryo, 23 nomor handphone penumpang Adam Air terakhir kali diaktifkan di Surabaya, Jawa Timur, 1 Januari 2007 sekitar pukul 13.00 WIB atau sebelum pesawat lepas landas. "Tidak ditemukan pesan singkat yang signifikan yang muncul. Maka saya bisa katakan pelacakan lewat handphone mungkin belum menggembirakan. Saya masih berharap insya Allah masih ada mukjizat," kata Roy Suryo.

Upaya lain yang bisa dilakukan saat ini, menurut Roy Suryo adalah melacak keberadaan pesawat melalui kerjasama intelijen. Pemerintah berinisiatif meminta secara resmi bantuan data intelijen Amerika Serikat yang memiliki data seluruh penerbangan di dunia.

Kendy Kauripan, salah seorang yang anggota keluarganya hilang bersama Adam Air mengaku pernah menghubungi nomor telepon genggam adiknya sehari setelah pesawat jatuh atau 2 Januari 2007. Saat itu menurut Kendy, warga Manado, telepon selulernya tersambung.

Saat itu sekitar sepuluh detik, dari telepon genggam adiknya Kendy mendengar seperti intsruksi seorang komandan tentara kepada anak buahnya. "Seperti suara ABRI yang memberikan komando kepada pasukannya," tutur Kendy.

Setelah itu sambungan terputus. Kendy berusaha menghubungi lagi tetapi tidak bisa. Kendy juga berusaha mengirimkan pesan singkat kepada nomor yang sama lagi-lagi tidak tersambung atau unsent.

lantaran penasaran, esoknya Kendy mencoba menghubungi Telkomsel. Pihak Telkomsel saat itu juga melakukan pengecekan. Saat itu juga Kendy mendapat jawaban bahwa tidak terdata ada telepon keluar atau outgoing</i> dari nomornya.

Pihak Telkomsel mengakui menerima beberapa permintaan klarifikasi dari anggota keluarga yang mengklaim berhasil menelepon penumpang dalam pesawat Adam Air setelah pesawat itu dinyatakan hilang. Investigasi yang mereka lakukan menunjukkan nomor yang ditelepon sudah dinonaktifkan sebelum naik ke pesawat dan dialihkan ke nomor lain.

Sistem pengalihan memungkinkan siapapun yang menghubungi nomor itu akan tersambung ke nomor yang dialihkan. Mengenai jawaban Telkomsel sebelumnya yang mengatakan tidak ada catatan telepon keluar atau outgoing call dari si penelepon, Manajer Komunikasi Telkomsel Aziz Fuedi mengatakan akan menyelidiki lebih lanjut.

Kini, doa dan harapan menjadi upaya terakhir bagi keluarga dan kerabat para korban Adam Air meski belum ada tanda akan ketemu hingga hari keenam pencarian. Selain kehilangan empat mahasiswanya dalam kecelakaan KM Senopati Nusantara Universitas Katolik Soegijopranoto Semarang juga kehilangan mahasiswanya dalam kecelakaan pesawat Adam Air. Kelimanya hingga hari ini belum di ketahui keberadaanya.

Doa dan harapan serta misa bagi mereka juga terus dilakukan. Doa bersama ini selain diikuti oleh mahasiswa juga diikuti para dosen dan civitas akademika. Mereka berharap yang terbaik untuk para korban.

Hilangnya Adam Air ini diharapkan menjadi tonggak bagi pemerintah untuk tegas memperbaiki bisnis penerbangan tanpa harus melihat siapa orang kuat di balik bisnis ini. Sebelumnya Ketua DPR Agung Laksono yang disebut duduk dalam jajaran direksi Adam Air membantah masih dalam jabatan tersebut. Agung memastikan dirinya hanya pendiri namun hingga hari ini anaknya, Dave Laksono masih menjadi salah satu wakil direktur utama di bisnis penerbangan ini.(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya