Liputan6.com, Jakarta: Keluarga penumpang pesawat Adam Air nomor penerbangan KI-574 mendatangi pos koordinasi Adam Air di berbagai kota hingga Rabu (3/1). Mereka mencari tahu informasi terbaru soal nasib 96 penumpang pesawat jurusan Surabaya-Manado yang hilang Senin silam.
Adam Air membuka posko di empat bandara udara yakni Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Djuanda Surabaya, Jawa Timur, dan Jakarta [baca: Adam Air Berusaha Kooperatif dengan Keluarga Korban]. Adam Air juga membuka hotline accident bebas pulsa bernomor 0800-1800-700.
Kerabat penumpang pesawat nahas itu tidak berhenti mencari informasi. Di Posko Adam Air di Bandara Hasanuddin Makassar misalnya, petugas tidak berhenti menerima kerabat penumpang pagi hingga malam. Sayangnya, para kerabat tidak mendapatkan informasi yang membuat mereka tenang. Bahkan berita yang sempat beredar selama dua hari ini justru salah. Pemerintah menegaskan, pesawat jenis Boeing 737-400 itu belum ditemukan [baca: Menhub: Pesawat Adam Air Belum Ditemukan].
Hingga siang ini, pihak Adam Air juga belum memberikan keterangan resmi mengenai upaya pencarian pesawat yang sudah beroperasi selama 17 tahun itu. Kantor Adam Air di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, sepi. Sejak pagi tidak ada pihak direksi maupun kuasa hukum Adam Air yang mendatangi kantor.
Sejumlah staf yang ditemui SCTV tak mau memberi keterangan. Menurut rencana, Adam Air akan menggelar konferensi pers sekitar jam 13.00 WIB. Pada kesempatan itu Direktur Komersial Guggi Pringwa didampingi kuasa hukum Adam Air akan menjelaskan upaya pencarian pesawat serta kelanjutan tanggung jawab Adam Air pada pihak keluarga penumpang.
Ketidakpastian dan berita yang simpang siur membuat para kerabat penumpang pesawat nahas itu degdegan. Suasana ini tampak di posko Adam Air di Bandara Sam Ratulangi, hari ini. Keluarga para penumpang yang menunggu untuk berangkat ke Makassar, Sulsel, kecewa karena belum juga terbang.
Salah satu yang menanti adalah istri pendeta da Silva. Perempuan ini menanti kabar suaminya yang berada dalam pesawat yang diperkirakan jatuh di wilayah Sulawesi itu. Dia kebingungan mendengar informasi yang berseliweran. "Tapi saya tetap mempunyai pengharapan," kata ibu setengah baya ini berusaha tegar. Sedangkan Posko di Bandara Djuanda relatif sepi dibanding kemarin.
Pascakejadian yang menimpa Adam Air, jumlah penumpang dengan rute Surabaya-Manado menurun hingga 30 persen. Semula rata-rata penumpang 100 hingga 130, kini tinggal 80 kursi yang terisi.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)
Adam Air membuka posko di empat bandara udara yakni Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, Hasanuddin Makassar, Sulawesi Selatan, Djuanda Surabaya, Jawa Timur, dan Jakarta [baca: Adam Air Berusaha Kooperatif dengan Keluarga Korban]. Adam Air juga membuka hotline accident bebas pulsa bernomor 0800-1800-700.
Kerabat penumpang pesawat nahas itu tidak berhenti mencari informasi. Di Posko Adam Air di Bandara Hasanuddin Makassar misalnya, petugas tidak berhenti menerima kerabat penumpang pagi hingga malam. Sayangnya, para kerabat tidak mendapatkan informasi yang membuat mereka tenang. Bahkan berita yang sempat beredar selama dua hari ini justru salah. Pemerintah menegaskan, pesawat jenis Boeing 737-400 itu belum ditemukan [baca: Menhub: Pesawat Adam Air Belum Ditemukan].
Hingga siang ini, pihak Adam Air juga belum memberikan keterangan resmi mengenai upaya pencarian pesawat yang sudah beroperasi selama 17 tahun itu. Kantor Adam Air di kawasan Kalideres, Jakarta Barat, sepi. Sejak pagi tidak ada pihak direksi maupun kuasa hukum Adam Air yang mendatangi kantor.
Sejumlah staf yang ditemui SCTV tak mau memberi keterangan. Menurut rencana, Adam Air akan menggelar konferensi pers sekitar jam 13.00 WIB. Pada kesempatan itu Direktur Komersial Guggi Pringwa didampingi kuasa hukum Adam Air akan menjelaskan upaya pencarian pesawat serta kelanjutan tanggung jawab Adam Air pada pihak keluarga penumpang.
Ketidakpastian dan berita yang simpang siur membuat para kerabat penumpang pesawat nahas itu degdegan. Suasana ini tampak di posko Adam Air di Bandara Sam Ratulangi, hari ini. Keluarga para penumpang yang menunggu untuk berangkat ke Makassar, Sulsel, kecewa karena belum juga terbang.
Salah satu yang menanti adalah istri pendeta da Silva. Perempuan ini menanti kabar suaminya yang berada dalam pesawat yang diperkirakan jatuh di wilayah Sulawesi itu. Dia kebingungan mendengar informasi yang berseliweran. "Tapi saya tetap mempunyai pengharapan," kata ibu setengah baya ini berusaha tegar. Sedangkan Posko di Bandara Djuanda relatif sepi dibanding kemarin.
Pascakejadian yang menimpa Adam Air, jumlah penumpang dengan rute Surabaya-Manado menurun hingga 30 persen. Semula rata-rata penumpang 100 hingga 130, kini tinggal 80 kursi yang terisi.(TNA/Tim Liputan 6 SCTV)