Pihak Adam Air Berjanji Bertanggung Jawab

Direktur Komersial Adam Air Gugi Prigwa menyatakan bertanggung jawab atas nasib penumpang Adam Air yang hingga kini belum diketahui keberadaannya. Pesawat hilang kontak setelah satu jam lepas landas.

oleh Liputan6Diterbitkan 02 Januari 2007, 02:05 WIB
Liputan6.com, Banten: Pihak manajemen Adam Air menyatakan bertanggung jawab atas segala kemungkinan yang terjadi terhadap penumpang pesawat Adam Air dengan nomor penerbangan KI 574 yang hingga berita ini disusun belum diketahui keberadaannya. Pernyataan tersebut dikemukakan Direktur Komersial Adam Air Gugi Pringwa kepada SCTV sebelum jumpa pers di Hotel Sheraton Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (1/1) pukul 21.30 WIB.

Konferensi pers tidak hanya dihadiri pihak direksi Adam Air tetapi juga Dirjen Perhubungan Udara Ichsan Tatang. Dalam keterangannya yang dihadiri belasan wartawan dari dalam dan luar negeri ini pihak Adam Air menyebutkan pesawat berpenumpang 96 orang termasuk 7 anak-anak dan 4 balita. Pesawat jurusan Jakarta-Surabaya-Manado ini berawak 6 orang.

Pesawat jenis Boeing 737-400 ini seharusnya mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado, Sulawesi Utara, pukul 14.55 WITA setelah berangkat dari Bandara Djuanda Surabaya, Jawa Timur, pada pukul 13.00 WIB. Pihak Adam Air sudah berkoordinasi dengan tim SAR, TNI dan Polri untuk ikut membantu pencarian pesawat yang belum diketahui posisinya [].

Menurut Dirjen Perhubungan Udara Ichsan Tatang, pesawat mulai kehilangan kontak dengan pihak ATC Hasanuddin Makassar sejak pukul 15.07 WITA. Posisi itu diperkirakan di atas Sulawesi Barat pada ketinggian 35 ribu kaki. Setelah kehilangan kontak, sepuluh menit kemudian satelit milik Singapura menangkap sinyal elba dari titik koordinat 03.13.9 lintang selatan dan 119. 09. 03 bujur timur.

Pesawat dilaporkan kehilangan kontak sekitar satu jam setelah lepas landas dari Bandara Djuanda Surabaya. Pesawat meninggalkan Surabaya Senin siang pukul 13.00 WIB dan semestinya mendarat di Bandara Sam Ratulangi Manado sekitar pukul 15.15 WITA. Pesawat dipiloti Refri Agustian Widodo kopilot Yoga dan empat pramugari.

Dari Surabaya dilaporkan, suasana kantor penjualan tiket di Bandara Djuanda Senin malam tampak didatangi beberapa anggota keluarga penumpang pesawat Adam Air. Para anggota keluarga penumpang Adam Air ini tampak shock apalagi petugas Adam Air tidak dapat memberikan penjelasan. Ditambah lagi, petugas Adam Air di Bandara Djuanda tidak bersedia memberi penjelasan dan terkesan menghindari wartawan.

Kasus hilang kontak bukan yang pertama kali terjadi dengan maskapai Adam Air ini. Februari 2006 pesawat Adam Air Boeing 737-300 sempat hilang kontak dan ternyata mendarat darurat di Bandar Udara Tambolaka, Sumba Barat, Nusatenggara Timur. Pesawat berpenumpang 145 orang ini sejatinya menuju Makassar dari Jakarta.

Pesawat tersebut mendarat darurat karena hilangnya kendali navigasi. Direktur Jenderal Perhubungan Udara  Ichsan Tatang mengatakan kejadian hilangnya kendali navigasi pesawat ini baru pertama kali terjadi di Indonesia. Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menyatakan Adam Air telah menyalahi prosedur aturan keselamatan penerbangan [].(YYT/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya