Tiga Wanita Diduga Korban Pembunuhan Berantai

Kepolisian Inggris menduga pembunuhan tiga pelacur adalah bagian dari pembunuhan berantai karena adanya kemiripan pola pada korban pembunuhan. Kejadian ini mengingatkan kasus pembunuhan "Jack The Ripper" pada abad XVIII.

oleh Liputan6Diterbitkan 12 Desember 2006, 07:56 WIB
Liputan6.com, Nacton: Penduduk Kota Nacton, Inggris, gempar. Dalam sembilan hari terakhir, dua pelacur didapati tewas dalam keadaan tanpa busana. Ketiga korban ini ditemukan terpisah dalam jarak beberapa kilometer. Ini jelas meningkatkan kekhawatiran bahwa kasus itu adalah pembunuhan berantai.

Korban pertama bernama Tania Nicol. Gadis berusia 19 tahun di sebuah sungai kecil. Hanya berselang enam hari, polisi menemukan mayat Gemma Adam juga dengan pola yang sama. Sedangkan korban ketiga adalah wanita berusia 24 tahun yang belum diketahui namanya. Sementara satu wanita tuna susila lainnya dilaporkan hilang sejak Sabtu malam silam.

Berdasarkan penyidikan terhadap ketiga korban, polisi menemukan adanya kemiripan pola pembunuhan. Lantaran itulah, polisi kini memperingatkan kepada semua wanita di kota tersebut untuk tidak bepergian sendirian, terutama untuk para pekerja seks komersial.

Inggris memiliki sejarah kelam dalam hal pembunuhan berantai. Kasus paling terkenal ialah pembunuh berantai "Jack The Ripper" yang membunuh lima pelacur pada tahun 1888. Namun hingga saat ini pembunuhan berantai itu masih diselubungi kabut misteri.

Sedangkan perkara pembunuhan berantai yang juga menelan korban terbanyak adalah kasus Peter Sutcliffe. Dia membunuh 13 wanita antara tahun 1975-1980 sebelum kemudian tertangkap.(ANS)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya