Adapun berkaitan dengan keberadaan helipad itu, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menyerahkan keputusannya kepada pengelola Kebun Raya Bogor. "Bisa saja dibongkar atau bisa pula digunakan untuk panggung pertunjukan," kata Djoko. Djoko menambahkan, pembuatan landasan helikopter memang sebuah keharusan. Menurut Djoko, tamu negara berhak memilih lokasi pendaratan tidak bisa hanya satu tempat saja.
Pembangunan helipad berukuran 20 x 20 meter ini sempat menjadi pembicaraan hangat berbagai kalangan. Saat diuji coba kibasan helikopter menganggu teratai raksasa asal Sungai Amazon, Amerika Latin yang merupakan koleksi andalan Kebun Raya Bogor [baca: Kibasan Helikopter Membalikkan Teratai Langka].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Advertisement