Pengelola Kebun Raya Bogor Minta <i>Helipad</i> Dibongkar

Pascakunjungan Presiden Bush ke Bogor, Jawa Barat, pengelola Kebun Raya Bogor meminta pemerintah membongkar landasan helipad. Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menilai pembangunan helipad adalah keharusan.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 November 2006, 18:55 WIB
Liputan6.com, Bogor: Pihak Kebun Raya Bogor, Jawa Barat meminta pemerintah membongkar dua landasan helikopter yang batal digunakan sebagai tempat pendaratan heli Presiden Amerika Serikat George Walker Bush. Pasalnya keberadaan helipad bisa mengganggu konservasi lingkungan dan resapan air. Demikian dikemukakan Amas, Kepala Tata Usaha Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya Bogor, Selasa (21/11).

Adapun berkaitan dengan keberadaan helipad itu, Panglima TNI Marsekal Djoko Suyanto menyerahkan keputusannya kepada pengelola Kebun Raya Bogor. "Bisa saja dibongkar atau bisa pula digunakan untuk panggung pertunjukan," kata Djoko. Djoko menambahkan, pembuatan landasan helikopter memang sebuah keharusan. Menurut Djoko, tamu negara berhak memilih lokasi pendaratan tidak bisa hanya satu tempat saja.

Pembangunan helipad berukuran 20 x 20 meter ini sempat menjadi pembicaraan hangat berbagai kalangan. Saat diuji coba kibasan helikopter menganggu teratai raksasa asal Sungai Amazon, Amerika Latin yang merupakan koleksi andalan Kebun Raya Bogor [baca: Kibasan Helikopter Membalikkan Teratai Langka].(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya