Unjuk Rasa Menolak Bush Terus Berlangsung

Unjuk rasa menentang kedatangan Presiden AS George Walker Bush terus belangsung di berbagai daerah. Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas di Bogor, Jabar, berdemonstrasi di sekitar Kebun Raya.

oleh Liputan6Diterbitkan 18 November 2006, 13:03 WIB
Liputan6.com, Bogor: Dua hari menjelang kedatangan Presiden Amerika Serikat George Walker Bush, unjuk rasa semakin meningkat. Ratusan mahasiswa dari berbagai universitas yang tergabung dalam Gerakan Mahasiswa Pembebasan berunjuk rasa di sekitar Kebun Raya dan Istana Bogor, Jawa Barat, Sabtu (18/11).

Para pengunjuk rasa sambil mengusung berbagai atribut dan spanduk berisi kecaman terhadap Bush mulai bergerak dari Tugu Kujang kemudian mengitari Kawasan Kebun Raya. Aksi mereka yang dikawal ketat aparat kepolisian sempat membuat kemacetan di sekitar persimpangan Tugu Kujang. Terlebih saat para pengunjuk rasa membagikan selebaran anti-Bush kepada setiap pengendara. Pada saat bersamaan, ratusan kader muda Partai Keadilan Sejahtera juga menggelar demonstrasi serupa sambil mengendarai sepeda motor memutari Kebun Raya.

Di Kota Palu, Sulawesi Tengah, sejumlah mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi menggelar unjuk rasa sambil membakar ban bekas dan poster Bush. Mereka menilai Bush sebagai teroris dan lambang kapitalisme. Demonstrasi dilanjutkan ke Gedung DPRD Sulteng.

Sementara itu, para mahasiswa yang tergabung dalam Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Kampus berdemonstrasi di depan Kantor Konsulat Jenderal AS di Jalan Hayam Wuruk, Denpasar, Bali. Mereka menilai kunjungan Bush merepotkan warga. Para pengunjuk rasa juga menuntut pemerintah mengembalikan uang miliaran rupiah yang dipakai untuk menyambut kunjungan Bush kepada rakyat. Unjuk rasa para mahasiswa ini dijaga ketat aparat dari Kepolisian Daerah Bali.(IAN/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya