Tidak Ada Rambu Peringatan di Jembatan Baturaden

Diduga jembatan gantung kawasan wisata Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah, ambruk karena kelebihan bobot. Pengelola tempat wisata Baturaden tidak memberikan batasan jumlah pengunjung jembatan gantung.

oleh Liputan6Diterbitkan 25 Oktober 2006, 18:56 WIB
Liputan6.com, Purwokerto: Kawasan wisata jembatan gantung di Baturaden, Purwokerto, Jawa Tengah, yang indah mendadak jadi kacau dan penuh kepanikan, Rabu (25/10) sekitar pukul 09.00 WIB. Satu sisi tali yang menjadi tumpuan gantungan jembatan tiba-tiba terputus. Puluhan pengunjung yang berada di atas jembatan seketika terjatuh ke dasar sungai yang dipenuhi bebatuan. Tercatat, enam pengunjung tewas dan puluhan lainnya luka-luka. Umumnya korban terjatuh dari ketinggian sekitar 15 meter dan terbentur bebatuan di dasar sungai.

Menurut korban yang selamat bernama Warnata, tragedi itu berlangsung cepat. "Saat itu lihat pemandangan air terjun. Tali jembatan agak goyang sedikit, lalu putus. Enggak tahunya saya jatuh dan tiba-tiba ada di kolong jembatan," kata Waranata saat telewicara dalam Liputan 6 Petang.

Lebih jauh Warnata mengungkapkan, dirinya selamat karena bukan kepalanya yang lebih dahulu jatuh. Selain itu dia terapung di air. Kendati demikian, Warnato masih lemah untuk bangun dan menyelamatkan salah seorang temannya. Untung beberapa petugas ikut membantunya. Warnata menambahkan, saat kejadian melihat dua perempuan jatuh dengan posisi kepalanya lebih dahulu. Seketika itu juga mereka tewas karena kepalanya pecah terbentur bebatuan.

Yang disesalkan Warnata, pengelola tempat wisata Baturaden kurang siap dalam menerima jumlah pengunjung yang membludak. Buktinya, pihak pengelola tidak memberikan peringatan jembatan sudah rapuh atau batasan jumlah pengunjung jembatan gantung. Warnata memperkirakan, saat kejadian ada sekitar 40 orang di atas jembatan.

Pihak pengelola menutup sementara obyek wisata Baturaden setalah musibah nahas itu. Namun mereka belum memberi pernyataan penyebab robohnya jembatan gantung. Polisi menduga, tragedi terjadi akibat jembatan gantung tidak mampu menampung banyaknya pengunjung yang tengah mengisi waktu libur Lebaran [baca: Jembatan Baturaden Roboh karena Kelebihan Bobot].(DNP/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya