Enam Tewas dalam Serangan di Thailand Selatan

Serangan bom dan tembakan gelap di kawasan mayoritas muslim di Thailand Selatan menewaskan enam orang dan lebih 12 lain terluka. Kekerasan mengandaskan harapan agar konflik akan usai pascakudeta.

oleh Liputan6Diterbitkan 21 Oktober 2006, 02:06 WIB
Liputan6.com, Songkhla: Enam orang tewas dan lebih dari selusin lain luka-luka menyusul serangkaian serangan bom dan tembakan gelap di kawasan mayoritas muslim di Thailand Selatan, Thailand, Jumat (20/10) .

Di Distrik Taepa, Provinsi Songkhla, bom seberat 10 kilogram diletakan di sebuah kedai teh. Bom meledak dengan menggunakan sinyal telepon genggam. Target serangan adalah aparat keamanan karena bom diletakkan di sebuah meja yang kerap diduduki polisi dan tentara Thailand. Namun yang tewas adalah tiga warga sipil yakni dua pemeluk Islam dan seorang warga Budha. Selain itu, selusin korban luka juga warga sipil. Hingga kini polisi setempat belum mengetahui dalang peledakan ini.

Semenntara itu, seorang penyadap karet muslim di daerah Songkhla juga ditembak pria bersenjata saat berangkat bersama istrinya. Seorang pemimpin muslim di kawasan ini juga tewas ditembak di rumahnya.

Di Narathiwat, seorang pedagang kaki lima tewas ditembak. Pelaku yang diduga pihak militan itu menyembunyikan bom seberat lima kilogram di kiosnya. Bom itu meledak ketika tentara datang menyelidiki insiden penembakan. Akibatnya dua orang terluka.

Rangkaian kekerasan ini mengandaskan harapan agar konflik di wilayah itu akan usai pascakudeta Jenderal muslim pertama Thailand Sonthi Boonyaratglin. Dalam dua tahun kebangkitan militan muslim di Thailand Selatan, lebih dari 1.700 orang telah tewas.(MAK/Tim Liputan 6 SCTV)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya