Namun Jakarta yang dianggap pemikat ini sudah lama menutup diri terhadap kaum urban. Meski demikian, "orang kampung" terus saja datang ke Ibu Kota. Mereka biasanya tiba bersamaan dengan arus balik Lebaran. Sebagian mereka ada yang berangkat bersama dengan teman atau kerabat yang sudah lebih dulu menetap di Jakarta. Namun tidak sedikit yang hanya bermodalkan nekat.
Mengantisipasi masalah ini, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan menggelar Operasi Yustisi ke rumah-rumah secara langsung. Sedikitnya 1.000 personel akan diterjunkan untuk mengarahkan dan memberikan sosialisasi ke warga. Untuk itu, Pemprov DKI Jakarta menggelar apel siaga kependudukan di Lapangan Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Selasa (17/10) pagi.
Advertisement
Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo, pemantauan masuknya pendatang akan dilakukan bersama tim terkait, di antaranya Departemen Perhubungan dan Jasa Marga. Apabila ada warga yang tidak mempunyai surat keterangan dari tempat asal, tak punya tempat tinggal, dan pekerjaan tetap di Jakarta maka akan dipulangkan ke kampung halamannya. "Mau nggak mau kita kembalikan ke daerah asalnya," kata Fauzi Bowo.
Berdasarkan data dari Dinas Kependudukan, tercatat delapan juta lebih orang menghuni Jakarta pada malam hari dan 11 juta di siang hari. Setiap tahun sebanyak 150 hingga 200 ribu pendatang masuk Jakarta. Meski ada Operasi Yustisi ternyata tak banyak membendung masuknya pendatang. Jika terjaring razia, mereka akan kembali beberapa bulan kemudian. Sebab razia hanya digelar hingga sebulan setelah Lebaran.(JUM/Vivi Waluyo dan Dwi Firmansyah)