Seperti perkiraan tim dokter, kondisi bayi yang memiliki dua jantung tapi menyatu itu akan sering gagal napas. Kepala tim dokter, Made Kardana mengatakan, timnya sempat memberikan bantuan alat pernapasan dengan balon pada inkubator. Namun upaya itu tidak banyak membantu.
Menurut Kardana, tanda-tanda kalau kondisi kesehatan bayi anjlok sudah terlihat beberapa jam sebelum meninggal. Kadar hemoglobin darah sang bayi melorot sampai 11,5 atau di bawah normal 13.
Advertisement
Sejauh ini, Marcelouk yang masih dirawat di RS Tabanan belum mengetahui kalau anaknya sudah meninggal. Pihak keluarga belum berani mengabarinya karena khawatir mental Marcelouk akan makin rapuh. Kini, jasad bayi masih berada di Ruang Jenazah RS Sanglah. Rencananya jenazah akan dimakamkan di Kediri, Tabanan.(ICH/Aries Wicaksono)