Liputan6.com, Jakarta: Bosan dengan menu rumahan saat berbuka puasa? Ada baiknya berkunjung ke Jalan Arteri Permata Hijau di Jakarta Selatan. Di sana banyak ditawarkan beragam ikan laut dengan harga terjangkau.
Salah satu pondok ikan yang cukup dikenal di kawasan itu adalah milik Pak Tarjo. Ikan bakar di sini disajikan dengan resep khas dari rempah-rempah atau bumbu yang mengundang selera. Pengunjung tinggal memilih sendiri ikan yang diinginkan, mau ikan bawal, kerapu, kakap, atau baronang. Soal harga, cukup merogoh Rp 15 ribu untuk mendapatkan seekor ikan bakar idaman. Atau untuk mendapat ikan yang bikin lidah lebih bergoyang, sediakan uang Rp 40 ribu.
Selain ikan sebagai menu utama, pondok ikan bakar Pak Tarjo punya sambal yang mantap. Salah satunya rasa pedas asam-manis dan sambal mangga. Jika kurang pedas, tersedia sambal terasi dan rica-rica yang bisa bikin badan mandi keringat.
Keistimewaan ikan bakar Pak Tarjo membuatnya kebanjiran pembeli. Lebih dari dua kuintal ikan segar habis diolah di warung ini saban harinya. Tak heran jika omzetnya pun rata-rata mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per hari.(YAN/Widiyaningsih dan Johny Marcos)
Salah satu pondok ikan yang cukup dikenal di kawasan itu adalah milik Pak Tarjo. Ikan bakar di sini disajikan dengan resep khas dari rempah-rempah atau bumbu yang mengundang selera. Pengunjung tinggal memilih sendiri ikan yang diinginkan, mau ikan bawal, kerapu, kakap, atau baronang. Soal harga, cukup merogoh Rp 15 ribu untuk mendapatkan seekor ikan bakar idaman. Atau untuk mendapat ikan yang bikin lidah lebih bergoyang, sediakan uang Rp 40 ribu.
Selain ikan sebagai menu utama, pondok ikan bakar Pak Tarjo punya sambal yang mantap. Salah satunya rasa pedas asam-manis dan sambal mangga. Jika kurang pedas, tersedia sambal terasi dan rica-rica yang bisa bikin badan mandi keringat.
Keistimewaan ikan bakar Pak Tarjo membuatnya kebanjiran pembeli. Lebih dari dua kuintal ikan segar habis diolah di warung ini saban harinya. Tak heran jika omzetnya pun rata-rata mencapai Rp 2 juta hingga Rp 3 juta per hari.(YAN/Widiyaningsih dan Johny Marcos)