Presiden SBY Memprotes Paus

Presiden SBY meminta Paus Benediktus XVI meminta maaf karena pidato yang disampaikannya dalam kuliah umum di Universitas Regensburg menyinggung perasaan umat Islam. Presiden juga mengimbau masyarakat Indonesia tetap tenang.

oleh Liputan6Diterbitkan 17 September 2006, 06:28 WIB
Liputan6.com, Havana: Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memprotes pernyataan Paus Benediktus XVI yang disampaikan dalam kuliah umum di Universitas Regensburg, Bavaria, Jerman, Selasa silam. Presiden Yudhoyono juga berharap pemimpin umat Katolik sedunia itu mengoreksi pernyataannya agar tak menimbulkan ketegangan baru di dunia. "Disamping tidak bijak, juga tidak tepat dan ini sangat mengganggu upaya kita bersama untuk terus membangun dan mengembangkan dialog antarumat beragama dan antarperadaban," kata Presiden di Hotel Nacional de Cuba di Havana, Kuba, Sabtu (16/9).

Dalam kuliah umum di Universitas Regensburg, Paus menyampaikan telaah historis dan filosofi hubungan antara agama dan kekerasan. Dalam pernyataannya ini Paus terkesan menghubungkan Islam dengan kekerasan terkait masalah jihad. Selain itu, Paus juga mengutip perkataan Kaisar Byzantium pada abad ke-XVI yang menyatakan langkah Nabi Muhammad SAW adalah jahat dan tak manusiawi.

Usai menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Gerakan Nonblok, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan keberatannya. Selain itu, Presiden juga mengimbau masyarakat Indonesia tetap tenang dan memelihara kerukunan antarumat beragama di Tanah Air.

Menyusul protes dari sejumlah pemimpin umat Islam, Paus Benediktus XVI meminta maaf karena pernyataannya telah menyinggung perasaan umat Islam. Vatikan menindaklanjutinya dengan merilis pernyataan Paus itu di situs resmi Vatikan yang intinya menyebutkan Paus sungguh-sungguh menyesali kata-katanya.

Menteri Luar Negeri Vatikan Kardinal Tarcisio Bertone juga menegaskan bahwa Paus sangat menyesal. Menurut Bertobe, kata-kata dalam pidato Paus sama sekali tak dimaksudkan untuk menyinggung perasaan umat Islam ataupun menciptakan opini seperti itu. Kardinal Bertone menambahkan, pandangan Paus terhadap Islam masih sejalan dengan pengajaran di Vatikan yang menghormati muslim dengan penuh penghargaan.(YAN/Tim Liputan 6)

POPULER

Berita Terkini Selengkapnya