Rumah-rumah warga yang terendam lumpur hingga saat ini belum juga dibenahi atau dibersihkan. Beberapa jalan kampung pun masih terlihat sunyi karena ditinggal pemiliknya yang mengungsi akibat luberan lumpur dan asap di pusat semburan masih terus terjadi. Sementara jalur Tol Porong-Gempol yang menjadi jalur utama transportasi perekonomian Surabaya-Malang masih terus ditinggikan [baca: Lumpur Akan Dialirkan ke Kali Porong].
Kondisi ini membuat banyak warga terutama yang menjadi korban lumpur panas pesimistis dengan penanganan yang dilakukan PT Lapindo Brantas selama ini. Di sisi lain, mereka tetap ingin tinggal di rumahnya dan tak ingin pindah meski rumahnya sudah tergenang lumpur [baca: Pendatang Diberi Uang Kontrak Selama Dua Tahun].(YAN/Tim Liputan 6 SCTV)
Advertisement