Sebelum meninggal, almarhum jatuh di Bandar Udara Adisutjipto, Yogyakarta, saat akan bertolak ke Kupang, Nusatenggara Timur, untuk menghadiri sebuah acara pelatihan. Riswanda sempat dilarikan ke Rumah Sakit Panti Rini, Kalasan, Kabupaten Sleman, Yogyakarta, namun jiwanya tidak tertolong.
Menurut pihak keluarga, dalam sepekan terakhir kondisi kesehatan Riswandha memang mulai menurun dan sering mengeluhkan sakit pada bagian dada. Sehari sebelum meninggal, ahli ilmu pemerintahan yang mendapat gelar doktor dari Northern Illinois University, Amerika Serikat, tahun 1989, ini masih meneliti lebih dari 270 makalah mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UGM hingga larut malam.
Advertisement
Saat ini jenazah Riswanda disemayamkan di rumah duka di Jalan Tongkol Raya 5, Perumahan Minomartani, Yogyakarta. Rencananya jasad pengamat politik terbaik versi Persatuan Wartawan Indonesia Yogyakarta tahun 1998 ini dikebumikan di Pemakaman Sawitsari, milik keluarga besar UGM, esok hari. Lelaki kelahiran Bangkalan, Madura, Jawa Timur, 17 Januari 1955 ini meninggalkan seorang istri, Herry Isminedy, serta tiga anak: Ratif Pamenang Imawan, Satria Aji Imawan, dan Arga Pribadi Imawan.(BOG/Tim Liputan 6 SCTV)